Ketika melawan arus
Antara mundur atau jalan terus
Hanyut dalam derasnya kebiasaan
Atau menolak menyerah demi kebenaran
Melawan arus bukan sekadar berani
Diperlukan mental dan keteguhan hati
Karena kesepiaan akan menjadi teman
Menghadapi nyaring dari sorak keramaian
Bukan sekadar ingin berbeda
Tapi kebenaraan tak boleh diam
Ketika cibiran datang melanda
Kebencian harus dikubur dalam-dalam
Sejarah tak pernah ditulis
Oleh mereka yang sekadar mengikuti
Apalagi orang-orang yang selalu sinis
Serta merasa benar sendiri
Meskipun kritikan kerap merayap
Namun mata hati tak boleh gelap
Sebab tersesat dalam kesendirian
Lebih baik daripada ikut-ikutan
Sungai yang berani melawan muara
Akan menemukan samudranya sendiri
Karena di antara riak gelombang yang ada
Ada arus kecil yang menolak untuk berhenti
Malang, 18 Februari 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Sekolah Kedaulatan Energi dan Seminar Nasional: Membangun Kolaborasi untuk Masa Depan Energi Jawa Barat
Progres Pemekaran Cianjur Selatan Sudah di Kemendagri RI, Tinggal Menunggu Moratorium Dicabut
Mutiara Pagi: Rintihan Seorang Hamba (Bagian 1773)
Entrepreneur: Pesan Tren bagi Pesantren
Mutiara Pagi: Melawan Angin (Bagian 1774)
Catatan Wartawan: Hari Pers Nasional di Kabupaten Cianjur
Obsesi Kekuasaan: Ketika Rakyat Kritik Dijawab Makian "Ndasmu!" (1)
Obsesi Kekuasaan: Ketika Rakyat Kritik Dijawab Makian "Ndasmu!" (2)
Mempertanyakan Super Air Jet yang Makin Parah
Antusias Semua Kalangan: Kerja Bakti Bagian dari Mempererat Tali Persaudaraan antar Masyarakat