Untuk mengatasi Pabbelleng, masyarakat harus mengedepankan nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendidikan agama dan budaya yang menekankan integritas, seseorang dapat belajar untuk tidak berbohong demi kepentingan pribadi atau mengelabui orang lain.
2. *Bali'bella' (Munafik/Tidak Konsisten) dalam Perspektif Agama dan Budaya Bugis-Makassar*
Makna dalam Budaya Bugis-Makassar: Bali'bella' adalah sifat plinplan, tidak konsisten, dan hipokrit. Orang yang bersikap seperti ini tidak bisa dipercaya karena tindakannya sering kali tidak sesuai dengan kata-katanya. Bali'bella' juga menggambarkan ketidakmampuan seseorang untuk menjaga komitmen atau janji yang telah diucapkan.
*Manifestasi Kekinian:*
*Politik:* Pemimpin yang mengingkari janji atau tidak bertanggung jawab terhadap janjinya kepada rakyat.
*Sosial:* Orang yang sering berjanji tetapi tidak menepatinya, sehingga merusak kepercayaan orang lain.
*Keagamaan:* Seseorang yang terlihat religius di luar, tetapi tidak konsisten dalam perbuatan dan ibadah.
Allah SWT dalam sejumlah firman-Nya yang bertebaran didalam Al-Qur'an telah memberikan tuntunan diantaranya :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
(“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?”)
(QS. As-Saff: 2)
Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak mengucapkan kata-kata yang tidak sesuai dengan perbuatan kita. Bali'bella' adalah pengingkaran antara ucapan dan tindakan yang akan merusak hubungan sosial dan integritas diri.
Sejalan dengan hal ini , maka Rasulullah SAW. Telah menekankan dan memperingatkan dalam Hadisnya :
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا أُؤْتُمِنَ خَانَ
(“Tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara, dia berdusta; apabila berjanji, dia mengingkari; dan apabila dipercaya, dia berkhianat.”)
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan ciri-ciri orang yang tidak konsisten dan berbohong. Orang yang tidak bisa menepati janji atau yang tidak amanah adalah tanda-tanda Bali'bella' yang merusak hubungan dan kepercayaan.
Sejalan dengan hal tersebut pula khalifah ke-4 Ali Bin Abi Thalib RA. menyampaikan bahwa :”Orang yang beriman adalah orang yang konsisten dalam setiap ucapan dan perbuatannya." (Ali bin Abi Talib)
Pernyataan Ali bin Abi Talib ini mengajarkan bahwa konsistensi adalah tanda integritas. Bali'bella', yang merupakan ketidakmampuan untuk konsisten antara kata dan perbuatan, harus dihindari agar kita tetap menjaga kepercayaan dan integritas.
*Solusi dalam menanggulangi sifat Bali Bella:*
Untuk mengatasi Bali'bella', penting untuk selalu berbicara sesuai dengan tindakan kita dan menjaga konsistensi dalam memenuhi janji dan tanggung jawab. Pendidikan moral dan agama yang menekankan pentingnya integritas dapat membantu individu untuk tetap konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Artikel Terkait
Melihat Stasiun Gombong di Kebumen
Pemberontakan Trunojoyo terhadap Mataram
Mutiara pagi: Nahkoda Kehidupan (Bagian 1724)
PMII STISNU Cianjur Gelar Raker dan Talkshow: Membangun Kader Profesional dan Humanis
Mendung: Benarkah Isyarat Hujan Akan Segera Turun?
Terima Jurnalis Santri, KH Maruf Amin Bicara Pentingnya Menghadapi Era Post Truth
Mutiara pagi: Tentang Kehidupan (Bagian 1725)
Perempuan Digdaya: Webinar BEM PTNU Jabar Serukan Kesetaraan Gender dan Perubahan Sosial
Andil PT Pupuk Indonesia Percepat sampai ke Petani
Impor Beras