Penyakit PBP: Merusak Harmoni dan Disrupsi Sosial

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 30 Desember 2024 | 12:00 WIB
Tibet, negeri yang dikenal sebagai "Atap Dunia," menyimpan sebuah cerita unik tentang harmoni antarumat beragama. (Foto: Ojildepijil)
Tibet, negeri yang dikenal sebagai "Atap Dunia," menyimpan sebuah cerita unik tentang harmoni antarumat beragama. (Foto: Ojildepijil)

Untuk mengatasi Pabbelleng, masyarakat harus mengedepankan nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendidikan agama dan budaya yang menekankan integritas, seseorang dapat belajar untuk tidak berbohong demi kepentingan pribadi atau mengelabui orang lain.

2. *Bali'bella' (Munafik/Tidak Konsisten) dalam Perspektif Agama dan Budaya Bugis-Makassar*

Makna dalam Budaya Bugis-Makassar: Bali'bella' adalah sifat plinplan, tidak konsisten, dan hipokrit. Orang yang bersikap seperti ini tidak bisa dipercaya karena tindakannya sering kali tidak sesuai dengan kata-katanya. Bali'bella' juga menggambarkan ketidakmampuan seseorang untuk menjaga komitmen atau janji yang telah diucapkan.

*Manifestasi Kekinian:*

*Politik:* Pemimpin yang mengingkari janji atau tidak bertanggung jawab terhadap janjinya kepada rakyat.

*Sosial:* Orang yang sering berjanji tetapi tidak menepatinya, sehingga merusak kepercayaan orang lain.

*Keagamaan:* Seseorang yang terlihat religius di luar, tetapi tidak konsisten dalam perbuatan dan ibadah.

Allah SWT dalam sejumlah firman-Nya yang bertebaran didalam Al-Qur'an telah memberikan tuntunan diantaranya :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
(“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?”)
(QS. As-Saff: 2)

Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak mengucapkan kata-kata yang tidak sesuai dengan perbuatan kita. Bali'bella' adalah pengingkaran antara ucapan dan tindakan yang akan merusak hubungan sosial dan integritas diri.

Sejalan dengan hal ini , maka Rasulullah SAW. Telah menekankan dan memperingatkan dalam Hadisnya :
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا أُؤْتُمِنَ خَانَ
(“Tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara, dia berdusta; apabila berjanji, dia mengingkari; dan apabila dipercaya, dia berkhianat.”)
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan ciri-ciri orang yang tidak konsisten dan berbohong. Orang yang tidak bisa menepati janji atau yang tidak amanah adalah tanda-tanda Bali'bella' yang merusak hubungan dan kepercayaan.

Sejalan dengan hal tersebut pula khalifah ke-4 Ali Bin Abi Thalib RA. menyampaikan bahwa :”Orang yang beriman adalah orang yang konsisten dalam setiap ucapan dan perbuatannya." (Ali bin Abi Talib)

Pernyataan Ali bin Abi Talib ini mengajarkan bahwa konsistensi adalah tanda integritas. Bali'bella', yang merupakan ketidakmampuan untuk konsisten antara kata dan perbuatan, harus dihindari agar kita tetap menjaga kepercayaan dan integritas.

*Solusi dalam menanggulangi sifat Bali Bella:*

Untuk mengatasi Bali'bella', penting untuk selalu berbicara sesuai dengan tindakan kita dan menjaga konsistensi dalam memenuhi janji dan tanggung jawab. Pendidikan moral dan agama yang menekankan pentingnya integritas dapat membantu individu untuk tetap konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X