Ribuan Jamaah Bersaksi di Masjid Raya Makassar
Hari itu, Jumat yang berat, ribuan jamaah berkumpul di Masjid Raya Makassar. Mereka datang dari berbagai penjuru, memenuhi setiap sudut masjid. Tidak ada yang ingin melewatkan kesempatan terakhir untuk mengiringimu dalam doa.
Usai shalat Jumat, shalat jenazahmu dilaksanakan dengan khidmat. Ribuan jamaah berdiri, mengangkat tangan, memohonkan ampunan dan kedamaian untukmu. Doa-doa itu melangit, bersatu dengan isak tangis yang tertahan.
Dari barisan pertama hingga terakhir, setiap hati tertunduk, setiap mata berlinang. Engkau adalah pemimpin yang dicintai, seorang hamba Allah yang meninggalkan jejak abadi di hati mereka. Mereka melepasmu dengan doa dan cinta, menjadi saksi betapa engkau telah memberikan hidupmu sepenuhnya untuk mereka.
Selamat Jalan, Pemimpin yang Dicintai
Engkau telah kembali kepada Sang Pemilik Jiwa, meninggalkan dunia yang fana ini tetapi membawa bekal amal yang tak terhitung. Engkau telah mengajarkan kami arti kehidupan—bahwa hidup adalah tentang berbuat baik, tentang meninggalkan warisan kasih sayang yang abadi.
"إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ"
"Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali."
Selamat jalan, Muhammad Tonang Sahabatku saat kuliah Program Magister UIN 25 tahun yg silam, Bumi Makassar menangisi kepergianmu, tetapi ia juga berbangga pernah memiliki seorang seperti dirimu. Jejakmu akan terus hidup dalam doa-doa kami, dalam kenangan yang tak akan pernah pudar.
Langit menangis, bumi merindu, dan kami bersaksi: engkau adalah sosok yang tidak akan pernah terlupakan. Engkau telah pergi, tetapi cintamu tetap tinggal, mengalir dalam jiwa-jiwa yang pernah kau sentuh. Kami mengantar cintamu menuju keabadian, dengan doa yang tak henti-henti, dengan cinta yang tak pernah pudar.
اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه وأكرم نزله ووسّع مدْخله واغسله بالماء والثلج والبرد ونقه من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، اللهم أبدله داراً خيراً من داره، وأهلاً خيراً من أهله وزوجاً من زوجه، وأدخله الجنّة، وأعذه من عذاب القبر، ومن عذاب النّار
Artikel Terkait
Menggali Esensi Kepedulian Autentik
Mahasiswa sebagai Penggerak Peradaban: Fungsi dan Tanggung Jawabnya
Silaturahim PC IKA PMII Cianjur: Refleksi Akhir Tahun, Dorong Pemanfaatan APBD untuk Kesejahteraan Masyarakat
Pelajaran Penting dari Peristiwa Tanah Syaam
Zwembad, Kolam Renang Manggarai di Jakarta
Bela Negara Adalah Bela Rumah Keluarga Bangsa
Hubungan antara Misi Dajjal dengan Ya'juj dan Ma'juj
Mutiara Pagi: Mata Air Kehidupan (Bagian 1716)
Meningkatkan Semangat Belajar dengan Metode TGT: Inovasi Mahasiswa STAI Al-Azhary di SDN Sukasarana
Pertama di Indonesia, Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Bandung Sulap Limbah Jelantah jadi Rupiah