Pertama di Indonesia, Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Bandung Sulap Limbah Jelantah jadi Rupiah

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Jumat, 20 Desember 2024 | 13:36 WIB

Journalnusantara.com, Bandung - Menurut Traction Energy Asia (2023) dalam satu tahun, Indonesia mampu menghasilkan used cooking oil (UCO) atau limbah minyak jelantah sampai 1,2 juta kiloliter.

Ini merupakan potensi sekaligus tantangan bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, jika minyak jelantah dibuang sembarangan yang akan berdampak negatif bagi lingkungan.

Seperti adanya penyumbatan drainase, pencemaran tanah, juga pencemaran air (Citarumharum.Jabarprov, 2021). Tingkat kesadaran warga Indonesia mengenai bahaya minyak jelantah masih perlu ditingkatkan.

Pada tahun 2019 berdasarkan Data United States Department of Agriculture atau USDA, negara yang paling tinggi mengonsumsi minyak goreng adalah Indonesia.

Namun sangat disayangkan masyarakat Indonesia masih membuang limbah minyak jelantah secara sembarangan. Padahal dengan potensi tersebut, hasil minyak jelantah bisa diolah menjadi energi terbarukan diantaranya yakni substitusi bahan baku biofuel.

Melihat potensi dan permasalahan di atas, Rohmanul Azis berusaha untuk mengeksplorasi salah satu inovasi yang digagas oleh jurusan Pengembangan Masyarakat Islam UIN Bandung dalam memberikan solusi terhadap permasalahan limbah minyak ini.

"Yaitu dengan hadirnya UCOllect box yakni teknologi pengolahan minyak jelanta di UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang mana ini menjadi kampus pertama di Indonesia yang menghadirkan UCOllect di lingkungan kampus," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Journalnusantara.com, Jumat (20/12/2024).

Namun kata Rohman, untuk menyukseskan trobosan serta inovasi terbaru ini perlu adanya strategi pembangunan secara partisifatif oleh semua masyarakat UIN Sunan Gunung Djati.

"UCOllect box merupakan teknologi mesin untuk mengolah limbah jelantah menjadi rupiah, yang dirancang oleh strat up noovoleum memiliki visi untuk membersihkan lingkungan salah satunya minyak jelantah di Indonesia," ungkapnya.

Menurutnya bahwa dengan menginstal aplikasi UCOllect yang tersedia di smartphone, kemudian megunjungi box UCOllect terdekat dengan menyetorkan minyak jelantah maka pulang membawa rupiah.

"Inovasi ini merupakan solusi kongkrit untuk menyelesaikan permasalahan limbah minyak jelantah. Namun keberhasilan inovasi ini kembali lagi pada bentuk partisifatif masyarakat dalam berkontribusi mengatasi tantangan," ujarnya.

Setelah mengetahui peran pihak-pihak yang terlibat dan upayanya dalam menyelesaikan masalah, ia menyebut strategi perubahan lain yang perlu diperhatikan secara partisipatif oleh semua stakeholder adalah berkerja sama dalam menghadirkan sosialisasi dan edukasi masyarakat, peningkatan akses fasilitas titik UCOllect Box, kolaborasi multistakeholder, Insentif dan program yang berkelanjutan serta monitoring dan evaluasi.

"Semoga dengan hadirnya UCOllect Box by Noovoleum di UIN Sunan Gunung Djati menjadi motivasi bagi kita semua dalam mewujudkan masyarakat yang sadar akan bahayanya limbah minyak jelantah dan berkomitmen menciptakan kehidupan sehat dan perubahan sosial yang berkelanjutan," tukasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X