Hubungan antara Misi Dajjal dengan Ya'juj dan Ma'juj

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Jumat, 20 Desember 2024 | 08:51 WIB
Ilustrasi Dajjal. Begini Pesan Nabi Muhammad SAW Kepada Umat Muslim Akan Munculnya Dajjal Jelang Kiamat (Tangkap layar YouTube Ensiklopedia Al Fatih)
Ilustrasi Dajjal. Begini Pesan Nabi Muhammad SAW Kepada Umat Muslim Akan Munculnya Dajjal Jelang Kiamat (Tangkap layar YouTube Ensiklopedia Al Fatih)

Oleh: Nanang Gojali (Lektor Kepala Teologi FISIP UIN SGD Bandung)

 

Dajjal (D) dan Ya'juj dan Ma'juj (Y-M) adalah dua entitas yang menggambarkan sisi kejahatan, kebatilan, dan kedzaliman. Sedangkan Imam Mahdi (IM) dan Nabi Isa (NI) mewakili sisi kebaikan, kebenaran dan keadilan.

Dalam Eskatologi Islam, kedua sisi ini memiliki dimensi harfiah/tekstual/muhkamat/eksplisit, maupun maknawi/simbolik/mutasyabihat/implisit sekaligus. Karena itulah, metode yang tepat dalam mempelajari aktor-aktor utama akhir zaman serta fenomenanya, adalah metode tekstual-kontekstual, sebuah pendekatan yang menggabungkan kekuatan pemahaman tekstual dan kontekstual.

Al-Qur'an tidak menyebut D secara langsung, tapi menyebutnya secara simbolik sebagai "jasad" dalam Surat Shad, dan sebagai "bayangan" dalam Surat Al-Mursalat. Fenomena "Jasad" dan "bayangan" memang hanya cocok dengan deskripsi dalam Hadits-hadits tentang D.

Sedangkan Y-M disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur'an sebanyak dua kali, yaitu dalam Surat Al-Anbiya dan Surat Al-Kahfi

Namun D dan Y-M disebutkan secara eksplisit dalam banyak Hadits. Jumlah Hadits D dan Y-M bervariasi tergantung pada sumber dan metode klasifikasi yang digunakan oleh ulama. Berikut ini adalah ringkasan berdasarkan berbagai sumber:

Hadits tentang Dajjal (D) diperkirakan ada sekitar 200-300 hadits dalam berbagai derajat kesahihan. Hadits Shahih banyak terdapat dalam kitab shahih seperti Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Contohnya:

"Tidak ada satu pun Nabi kecuali ia telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal." (Sahih Bukhari, 7127; Sahih Muslim, 2933).

Beberapa hadits tentang Dajjal, terutama detail-detail spesifik mengenai ciri fisiknya, lokasinya, atau tanda-tandanya, memiliki derajat hasan atau dhaif. Namun, banyak ulama tetap memanfaatkan hadits ini dalam konteks eskatologi karena topiknya yang signifikan.

Hadits tentang Ya'juj dan Ma'juj (Y-M) diperkirakan ada sekitar 50-70 hadits, termasuk yang bersifat implisit. Hadits Shahih sebagian besar bersumber dari Sahih Muslim, seperti:

"Ya'juj dan Ma'juj sedang menggali dinding, dan ketika mereka hampir selesai, mereka berkata, ‘Besok kita akan menyelesaikannya.’ Namun, mereka lupa mengatakan ‘Insya Allah.’” (Sahih Muslim, 2937).

Beberapa hadits yang membahas detail tentang tindakan mereka atau waktu kemunculannya memiliki derajat hasan atau dhaif.

Dalam kajian eskatologi, banyak ulama yang menerima hadits dhaif jika tidak bertentangan dengan hadits shahih atau prinsip Islam lainnya, mengingat tema akhir zaman banyak mengandung unsur ghaib.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Hawa Nafsu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X