Siasat Raden Wijaya Tumbangkan Lawan

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 12 November 2024 | 12:00 WIB
Ilustrasi Raden Wijaya. Foto: Istimewa
Ilustrasi Raden Wijaya. Foto: Istimewa

Siasat Raden Wijaya dalam mempengaruhi Jaya Katwang melalui mulut Arya Wiraraja rupanya berhasil, iapun diberi pengampunan bahkan diberikan wilayah khusus untuk membangun penghidupan bersama keluarga dan anak keturunanya. Wilayah yang dipilih Wijaya adalah Tarik, kala itu masih berbentuk hutan.

Raden Wijaya sengaja memilih hutan untuk tempat penghidupan anak keturunannya karena ia punya tujuan lain, rencananya hutan yang masih perawan tersebut akan dijadikan markas untuk memupuk kekuatan guna melakukan pemberontakan, disana ia mengumpulkan kembali mantan tentara Singasari yang tersebar dibayak pulau untuk pulang ke Tarik, tujuannya cuma satu, yaitu untuk menumbangkan Jaya Katwang.

Dilain pihak, Jawa kedatangan puluhan ribu pasukan Mongol yang hendak menghukum Raja Kertanegara yang dahulu pernah sombong menantang Mongol dengan menggores muka dan memotong telinga utusan Khubilai Khan.

Wijaya beruntung sebab dengan kedatangan tentara Mongol, cita-citanya untuk merebut kekuasaan dari Jaya Katwang kian dekat.

Wijaya kemudian mengatur siasat lanjutan, ia bekerja sama dengan Mongol. Beberapa Jendral Mongol yang menjadi pucuk pimpinan bersenjata diiming-imingi akan menerima tanda takluk darinya selaku pewaris Singasari apabila bersedia bekerja sama untuk menaklukan Kediri.

Beberapa Jendral Mongol yang sebetulnya tidak paham dengan kondisi dan peta kekuatan Kediri akhirnya menurut, mereka masuk dalam perangkap yang dimainkan Wijaya. Di akhir cerita gabungan tentara Mongol dan Raden Wijaya mampu mengalahkan Jaya Katwang, Kediri runtuh.

Namun, ketika para Jendral Mongol menagih janji, Raden Wijaya ingkar, ia justru membokong tentara Mongol, sehingga mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi Mongol, tidak mau kalah lebih dalam tentara Mongol menyingkir dari Jawa kembali ke negerinya tanpa mendapatkan cap tanda takluk dari Wiajaya.

Pada tahun 1293, Majapahit diproklamirkan berdiri, Raden Wijaya ditabalkan menjadi Raja pertama dengan gelar Prabu Kertarajasa Jayawardhana Nararaya Sang Gramawijaya atau Sri Maharaja Kertarajasa Jayawhardana.

Sementara itu, dalam kaitannya dengan janjinya untuk memberikan separuh kerajaan kepada Arya Wiraraja ia rupanya mengulur-ulurnya, bahkan anak Arya Wiraraja (Ranggalawe) yang sedianya pantas dijadikan Mahapatih hanya diberikan kedudukan sebagai Adipati Tuban.

Siasat Raden Wijaya menjauhkan Arya Wiraraja dan keluarganya dari puncak kuasa dikemudian hari menimbulkan huru-hara. Sebab Ranggalawe yang didukung secara sembunyi-sembunyi oleh ayahnya berontak. Meskipun begitu, sebagai ahli siasat mudah saja bagi Wijaya untuk menumpasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X