Sejarah Perjuangan Bangsa

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 9 Oktober 2024 | 16:00 WIB



Oleh : Tita Peronika

Sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan dipenuhi lika-liku dan pertumpahan darah. Nama Indonesia untuk pertama kalinya digunakan pada Kongres Pemuda II yang diadakan pada 28 Oktober 1928.

Namun, jauh sebelum itu tanah Indonesia ini dikenal dengan sebutan Nusantara. Tanah Nusantara tidak pernah lepas dari penjajahan bangsa asing, karena melimpahnya sumber daya alam yang langka bagi mereka.


Penjajahan oleh Bangsa Portugis

Sejak abad ke-16, tanah Nusantara sudah diincar berbagai bangsa asing. Adalah bangsa Portugis yang pertama kali berhasil menguasai Malaka, Ternate, dan Madura. Salah satu perjuangan yang dilakukan pada zaman itu adalah perjuangan Fatahillah dari Demak yang berhasil merebut Sunda Kelapa dari Portugis pada tahun 1602.

Penjajahan oleh Bangsa Belanda

Setelah Portugis, Belanda di bawah pimpinan Cornelis de Houtman kemudian memasuki wilayah Banten dan Batavia, sehingga membentuk VOC untuk menguasai semua rempah-rempah yang ada di Indonesia.

Belanda membentuk banyak perjanjian dengan kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara, seperti perjanjian Bongaya dan perjanjian Giyanti, yang tentu saja merugikan warga pribumi Indonesia.

Dilansir dari buku Nusantara: Sejarah Indonesia, Bernard Hubertus Maria Vlekke, (2008:15), setelah pembubaran VOC, pemerintahan Belanda kemudian menunjuk Herman Willem Daendels sebagai gubernur jenderal Hindia-Belanda, yang kemudian mempekerjakan paksa rakyat di Pulau Jawa untuk membangun jalur Anyer-Panarukan.

Penjajahan oleh Bangsa Jepang

Setelah menguasai Nusantara selama kurang lebih 350 tahun, Jepang menyerang Belanda, hingga membuat mereka menyerah tanpa syarat.

Penjajahan Jepang atas Indonesia selama 3,5 tahun segera berakhir saat Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh tentara sekutu pada Perang Dunia II.

Setelah mengalami kekalahan dari sekutu, Jepang kemudian membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat.

Mendengar kabar kekalahan Jepang pada 14 Agustus 1945, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pasalnya, sebagai pihak yang kalah perang, Jepang berjanji akan menyerahkan Indonesia ke tangan sekutu, yang di dalamnya termasuk Belanda.

Perebutan Kemerdekaan oleh Indonesia

Akhirnya terjadilah peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa itu terjadi ketika golongan muda menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X