Oleh: Rudi Ahmad Suryadi
Inti dari praktik kelas yang efektif adalah kebutuhan untuk mengajarkan siswa berpikir dengan baik. Ketika kita di kelas, mungkin pernah bertanya kepada siswa, "Menurutmu, siapa yang pembaca yang baik?"
Mereka sering menunjuk kepada guru mereka, atau menyebut orang tua, tetapi ketika mereka berbicara tentang teman sekelas, mereka biasanya akurat dalam mengidentifikasi salah satu pembaca yang lebih kompeten di kelas mereka.
Lalu ada pula yang menarik, ketika ditanya kenapa? Mengapa mereka memilih orang itu?
Setiap kali, mereka selalu memberikan jawaban yang sama: "Oh, karena mereka tidak pernah membuat kesalahan dan mereka membaca sangat cepat."
Ketika ditanya lebih lanjut dengan, "Apakah ada hal lain yang membuat seseorang menjadi pembaca yang baik?" Beberapa siswa memperluas pemikiran mereka dan berkata, "Oh iya, itu benar, kamu harus memahami apa yang kamu baca."
Salah satu kesalahpahaman umum yang dimiliki siswa adalah bahwa menjadi pemecah kode yang akurat secara otomatis membawa pada pemahaman. Sebagai pendidik, kita tahu bahwa ini tidak benar.
Agar siswa dapat memiliki pemahaman yang mendalam tentang apa yang mereka baca, mereka perlu menyadari di mana pekerjaan sesungguhnya berada bagi seorang pembaca. Membaca adalah berpikir, dan berpikir adalah kunci untuk memahami.
Inti dari pengajaran membaca yang efektif adalah kebutuhan untuk mengajarkan anak-anak menyelaraskan pikiran mereka saat membaca. Kita tahu membaca adalah aktivitas yang kompleks dan abstrak, dan untuk sebagian besar, itu terjadi dalam pikiran kita.
Tantangan kita adalah membantu siswa memahami apa yang terjadi dalam pikiran mereka saat membaca. Siswa perlu memahami bahwa membaca bukan hanya sekadar membaca kata-kata.
"Siswa tidak otomatis memahami hanya karena mereka dapat membaca kata-kata. Terlalu sering kita menganggap mereka mendapatkan makna padahal sebenarnya tidak" (Regie Routman, 2003).
Membaca adalah kemampuan untuk membaca teks, memprosesnya, dan memahami maknanya. Pembaca yang sukses perlu memusatkan perhatian mereka pada ‘pemrosesan’ teks untuk mendapatkan makna dari apa yang mereka baca. Inilah bagian yang terjadi di dalam pikiran pembaca aktif.
Membaca adalah Berpikir
Seorang pembaca aktif adalah pembaca yang membaca dengan niat yang kuat. Mereka membaca dengan tujuan yang jelas, yaitu untuk memahami. Pembaca aktif menyelaraskan pikiran mereka saat membaca.
Mereka menggunakan pengetahuan dan pengalaman sebelumnya untuk membantu mereka menghubungkan dan memahami apa yang mereka baca.
Karakteristik paling penting dari pembaca yang efektif adalah bahwa mereka aktif. Ketika pembaca dewasa mendekati sebuah teks, mereka menempatkan pengetahuan latar belakang dan pengalaman mereka dalam kondisi siap.
Artikel Terkait
Pentingnya Berorganisasi di PMII
Studi Gender dan Kelembagaan KOPRI PMII, Upaya Mewujudkan Kesetaraan dalam Gerakan Mahasiswa
Aswaja dan PMII
Mutiara Pagi: Apa yang Mau Ditiru (Bagian: 1.634)
Salam Hangat untuk Warga Jawa Barat! Mari Bergabung Bersama Putra Putri Pendidikan
Hubungan Aswaja dan PMII
Nilai Dasar Pergerakan (NDP) sebagai Ruh Gerak PMII
Sejarah dan Keorganisasian PMII
Mutiara Pagi: Menjadi yang Berharga (Bagian 1634)
Upacara Bendera di MI Al-Munawwarah, Upaya Menumbuhkan Sikap dan Karakter Bangsa