Kau suruh aku menggarap sawah
Sawahku kau tanami rumah-rumah
Kau bilang aku harus punya rumah
Aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah
Aku harus bagaimana
Aku kau larang berjudi
permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku kau suruh bertanggungjawab
kau sendiri terus berucap Wallahu A’lam Bis Showab
Kau ini bagaimana..
Aku kau suruh jujur
Aku jujur kau tipu aku
Kau suruh aku sabar
Aku sabar kau injak tengkukku
Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku
Sudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumu
Kau bilang kau selalu memikirkanku
Aku sapa saja kau merasa terganggu
Kau ini bagaimana..
Kau bilang bicaralah
Aku bicara kau bilang aku ceriwis
Kau bilang kritiklah
Aku kritik kau marah
Kau bilang carikan alternatifnya
Aku kasih alternative kau bilang jangan mendikte saja
Kau ini bagaimana
Aku bilang terserah kau
Kau tak mau
Aku bilang terserah kita
Kau tak suka
Aku bilang terserah aku
Kau memakiku
Kau ini bagaimana
Atau aku harus bagaimana
Artikel Terkait
Pragmatisme: Ideologi Baru Partai-Partai di Indonesia
Glenn Victor Susanto Wakili Indonesia ke Ajang Mister International 2024
Karena Lisan Seseorang Bisa Masuk Surga atau Neraka
Revolusi Kreativitas Bersama Artificial Intelligence (1)
Prodi BKI FDK UIN Bandung Fokus Cetak Mahasiswa Unggul dan Kompetitif Berbasis Rahmatan Lil Alamin
KRI Pattimura-371 Uji Coba Penembakan
Kesulitan Akan Dimudahkan
Miss Cosmo Indonesia 2024 Kenakan Pakaian Filosofi "The Endless Stream of Saraswati Goddess"
Mutiara Pagi: Yang Maha Memerintah (Bagian 1605)
Selamat Jalan Bang Faisal