Kau ini bagaimana…
Kau bilang aku merdeka
Tapi kau memilihkan untukku segalanya
Kau ini bagaimana…
Kau suruh aku berfkir
Aku berfikir kau tuduh aku kafir
Aku harus bagaimana…
Kau suruh aku bergerak
Aku bergerak kau waspadai
Kau bilang jangan banyak tingkah
Aku diam saja kau tuduh aku apatis
Kau ini bagaimana…
Kau suruh aku memegang prinsip
Aku memegang prinsip
Kau tuduh aku kaku
Kau ini bagaimana…
Kau suruh aku toleran
Aku toleran kau tuduh aku plin-plan
Aku harus bagaimana…
Kau suruh aku bekerja
Aku bekerja kau ganggu aku
Kau ini bagaimana
Kau suruh aku taqwa
Tapi khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
Kau suruh aku mengikutimu
Langkahmu tak jelas arahnya
Aku harus bagaimana
Aku kau suruh menghormati hukum
Kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku kau suruh berdisiplin
Kau mencontohkan yang lain
Kau bilang Tuhan sangat dekat
Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat
Kau bilang kau suka damai
Kau ajak aku setiap hari bertikai
Aku harus bagaimana
Aku kau suruh membangun
Aku membangun kau merusakkannya
Aku kau suruh menabung
Aku menabung kau menghabiskannya
Artikel Terkait
Pragmatisme: Ideologi Baru Partai-Partai di Indonesia
Glenn Victor Susanto Wakili Indonesia ke Ajang Mister International 2024
Karena Lisan Seseorang Bisa Masuk Surga atau Neraka
Revolusi Kreativitas Bersama Artificial Intelligence (1)
Prodi BKI FDK UIN Bandung Fokus Cetak Mahasiswa Unggul dan Kompetitif Berbasis Rahmatan Lil Alamin
KRI Pattimura-371 Uji Coba Penembakan
Kesulitan Akan Dimudahkan
Miss Cosmo Indonesia 2024 Kenakan Pakaian Filosofi "The Endless Stream of Saraswati Goddess"
Mutiara Pagi: Yang Maha Memerintah (Bagian 1605)
Selamat Jalan Bang Faisal