Dari Abu Yahya Suhaib bin Sinan Radhiyallahu anhu ia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya.
Dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya. (HR. Muslim, no. 2999 /64; Ahmad, VI/16; Ad-Darimi, II/318 dan Ibnu Hibban no. 2885, at-Ta’lîqatul Hisân ‘alâ Shahîh Ibni Hibbân).
*Beberapa Pelajaran yang terdapat dalam Hadits :*
1. Kebaikan dan keburukan sudah ditakdirkan oleh Allâh Azza wa Jalla . Wajib beriman kepada takdir baik dan buruk.
2. Seorang Muslim wajib mensyukuri semua nikmat yang Allâh Azza wa Jalla karuniakan kepadanya. Nikmat-nikmat Allâh Azza wa Jalla kepada kita tidak akan dapat kita hitung.
3. Syukur kepada Allâh Azza wa Jalla dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kalau kita berpikir dengan akal yang waras dan hati yang sadar, maka kita mendapati bahwa diri kita pada hakikatnya belum bersyukur kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenarnya.
4. Orang Mukmin yang sempurna keimanannya dan tulus keyakinannya akan senantiasa bersyukur kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala ketika merasakan kegembiraan.
5. Seorang Mukmin harus senantiasa memohon kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala agar menjadi hamba yang selalu bersyukur kepada-Nya.
6. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada Mu’âdz bin Jabal Radhiyallahu anhu sebuah do’a yang selalu dibaca di akhir shalat yang wajib:
اَللهم أَعِنِّيْ عَلَىٰ ذِكْرِكَ ، وَشُكْرِكَ ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.
Ya Allâh, tolonglah aku untuk dapat berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu. [HR. Ahmad]
7. Seorang Mukmin wajib bersabar dalam melaksanakan ibadah kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala
Artikel Terkait
Cara Menyikapi Dzurriyyah Rasulullah yang Tidak Sesuai dengan Syariat
Mojolaban Bermunajah Mendoakan Agar Indonesia Baik-Baik Saja
Mahasiswa KKN Kelompok 2 STAI Al Ittihad Cianjur Gelar Santunan Yatim Piatu dan Dhuafa
Hilangnya Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024 dan Kisah 4 Presiden
Hoarding Disorder
Mutiara Pagi: Yang Maha Mengakhirkan (Bagian 1601)
Official Launch and Press Conference Turkish Aerospace Indonesia di Bandung
Inshâf dalam Perbedaan
Mutiara Pagi: Yang Maha Awal (Bagian 1602)
Plh Kadisdik Jawa Barat: Jangan Hanya Jadi Saksi, Tapi Jadilah Bagian dari Transformasi