Mojolaban Bermunajah Mendoakan Agar Indonesia Baik-Baik Saja

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 31 Agustus 2024 | 10:49 WIB

Journalnusantara.com - Lantunan lafal dzikir dan sholawat berkumandang pada gelaran Pengajian Akbar bertajuk: "Mojolaban Bermunajah".

Acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Joglo Aswaja Indonesia bersama Majelis Al Hawi ini berlangsung di lapangan Demakan, Mojolaban, Sukoharjo pada Jumat malam (30/8/2024).

Warga masyarakat baik dari lingkungan Mojolaban sekitarnya maupun dari luar daerah, tumpah ruah berkumpul dalam majelis dzikir.

Tampak di antaranya para tokoh agama, ulama, hingga perangkat pemerintah mulai dari kecamatan hingga desa dan RT/RW. Acara ini juga dalam rangka merayakan bulan kemerdekaan Indonesia ke 79.

Ketua Yayasan Joglo Aswaja Indonesia, Riyadi SP, MA, mengucapkan syukur atas terselenggaranya acara tersebut, juga berterima kasih karena animo besar dari warga jemaah yang hadir.

"Pertama tentu kami bersyukur karena kegiatan yang sudah diniatkan lama akhirnya terwujud juga. Kedua, ucapan terima kasih atas partispasi seluruh pihak, terutama warga masyarakat yang tergabung dalam majelis taklim dari mana pun berasal yang hadir dan turut berdzikir bersama," papar Riyadi.

Adapun acara ini berisi pembacaan Maulid Al Barjanzi, Rotibbul Al Haddad serta tausiah yang disampaikan oleh KH Sri Setyo. Dalam penyampaiannya, KH Sri Setyo berpesan agar majelis dzikir semacam ini diteruskan bahkan harus ditumbuh-kembangkan, terutama untuk menjaga kesatuan ummat.

"Memaknai kemerdekaan RI itu kita patut selalu bersyukur karena atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, kita mampu merdeka. Bangsa penjajah selalu melakukan politik devide et impera namun rakyat kita terutama kaum muslim mampu melawan karena persatuan dan kesatuan. Untuk itu saya takjub, karena baru dalam majelis dzikir di Mojolaban ini NU, Muhammadiyah, MTA dan LDII bisa bergabung bersama Bermunajah," paparnya.

Di akhir acara, Kyai Sardono Zaelani, selaku Pengasuh Majelis Al Hawi, menambahkan kepada media, "Alhamdulillah ini yang pertama kita adakan majelis dzikir se kecamatan Mojolaban. Insyallah disambut antusias oleh warga masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari jumlah kehadiran jemaah di lokasi. Masyarakat haus dan rindu berdzikir dan sholawat bersama. Ini hal yang positif," ucap Romo Yai, demikian panggilan akrabnya.

Sementara itu, masyarakat yang hadir dari luar daerah mengaku senang bisa mengikuti acara tersebut, "Kami tadi rombongan dari Sragen naik bis. Rasanya senang karena bisa bertemu dengan jemaah lain dari daerah lainnya. Semoga berkah dan manfaat saja ya harapannya," papar Wariatun yang juga mengajak suami dan anaknya.

Di sekitar area acara juga tampak beberapa pedagang yang menggelar dagangan beraneka rupa. Ada yang menjual kopiah/peci, kalender, kitab, hingga kuliner ringan, "Alhamdulillah kami pedagang kecil merasa senang karena bisa berdagang sekalian mendengarkan pengajian," kata Paiman, pedagang peralatan sholat yang mengaku sudah laku beberapa item.

Acara yang dimulai bada isya tersebut berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir. Hal yang menarik lainnya, ada beberapa rombongan majelis yang belum mau beranjak dari tempatnya dan tampak masih asyik bercakap-cakap. Sebagian lainnya memilih mendokumentasikan foto diri di depan panggung maupun di sekitar area acara.

Agung Wibawanto, sie Publikasi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada insan media yang sudah hadir melakukan liputan acara, "Atas partisipasi dan kerjasamanya saya mewakili panita mengucapkan banyak terima kasih. Tanpa media, acara ini bukan apa-apa. Untuk itu saya berharap ikatan silaturahmi dan kerjasama ini dapat diteruskan ke depannya. Saya juga mohon maaf jika ada kekurangan dalam melayani," pungkas Agung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X