Resmi Demisioner, PK PMII STAI Al-Azhary Cianjur Masa Khidmat 2023-2024 Komitmen Kawal Kader dan Anggota

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 31 Agustus 2024 | 07:47 WIB
Demisioner PK PMII STAI Al-Azhary Cianjur Masa Khidmat 2023-2024 (Fauzi for Journalnusantara.com)
Demisioner PK PMII STAI Al-Azhary Cianjur Masa Khidmat 2023-2024 (Fauzi for Journalnusantara.com)

Journalnusantara.com, Cianjur - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia STAI Al-Azhary Cianjur resmi menjadi demisioner pada RTK (Rapat Tahunan Komisariat) ke-XXIII tahun 2024 menunjukkan bahwa masa jabatan kepengurusan telah berakhir.

Proses ini biasanya menandai pergantian kepengurusan, di mana pengurus lama menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada pengurus baru yang terpilih melalui mekanisme musyawarah organisasi, dan disepakati oleh seluruh audiensi.

RTK ke-XXIII dilaksanakan oleh PK PMII STAI Al-Azhary Cianjur bertempat di Aula PCNU Cianjur, Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, pada hari Kamis-Jum'at (29-30/08/2024).

Kegiatan dengan mengambil tema "Menata Gerakan Merawat Hubungan demi Terwujudnya Kepengurusan yang Aktif, Inovatif, dan Akseleratif, yang dihadiri oleh seluruh anggota, kader dan alumni Serta Ketua PC PMII, Ketua IKA PMII Kabupaten Cianjur, berjalan dengan lancar sesuai agenda acara.

Dalam Rapat Tahunan Komisariat agenda yang dibahas meliputi:
1. Laporan Pertanggungjawaban Pengurus selama satu periode,
2. Evaluasi dan pembahasan program kerja yang telah dilaksanakan dan pokok-pokok pikiran, serta rekomendasi program kerja baru untuk satu periode ke depan.
3. Pemilihan pengurus baru memilih, ketua komisariat dan dan kopri serta pengurus lainnya untuk masa jabatan selanjutnya.

Pernyataan Kepala Bidang Internal Adi Fadilah Fauzi sangat bijak dan penting untuk diperhatikan. Dengan mengawal proses keberlanjutan sahabat-sahabat di PMII, meskipun tidak lagi menjabat dalam struktur, menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjaga keutuhan dan persatuan organisasi.

"Harapan agar tidak ada lagi kubu-kubuan dalam internal organisasi adalah hal yang sangat relevan, karena perpecahan hanya akan melemahkan kekuatan dan tujuan bersama. Semoga semangat ini dapat terus dipegang oleh semua anggota, sehingga PMII dapat terus bergerak maju dengan solidaritas dan persatuan yang kokoh," ucapnya.

"Dan kata in Omnia paratus (siap untuk apapun yang terjadi) adalah kata yang memandu kita untuk tetap berani dan tidak cari aman. Karena kita sadar bahwa dalam konteks pengabdian tidak ada kata salah atau benar, tapi yang ada hanya konsekuensi sebab akibat atas keputusan yang kita pilih," jelasnya.

Demisioner PMII Nurwandi Yusup mengutarakan dalam kesempatannya, sahabat ini adalah bagian tubuh yang terpisah, walaupun terpisah tapi tidak bisa dipisahkan dan tentunya saling membutuhkan satu sama lain.

"Ingat sahabat-sahabat jabatan struktural di PMII hanya sementara, sedangkan jika PMII sudah ada dalam denut nadi, maka akan ber-PMII selamanya," ucapnya penuh harap.

Mantum komisariat PMII juga menambahkan, Dibawah payung satu angkatan dan satu jiwa kita menjadi kuat dan terikat, tidak menjadi pribadi yang haus validasi demi meningkatkan popularitas pribadi.

Pesan yang disampaikan oleh Jamiludin, Bendahara PCNU Cianjur sangat mendalam dan mengingatkan kita akan akar dan identitas PMII yang kuat berakar pada tradisi Nahdlatul Ulama. PMII yang lahir dari rahim Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) memiliki tanggung jawab besar untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Aswaja dalam setiap langkah dan tindakan para kadernya.

Kemampuan untuk menyampaikan muqoddimah dengan fasih dan berdialektika seperti Kyai NU merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap anggota PMII. Hal ini bukan hanya soal retorika, tetapi juga soal pemahaman yang mendalam terhadap nilai-nilai keagamaan dan tradisi yang telah diwariskan.

Dengan demikian, kader PMII diharapkan tidak hanya mampu berdiri di atas panggung organisasi dengan percaya diri, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga keutuhan dan keaslian ajaran Aswaja di tengah tantangan zaman. Pesan ini adalah panggilan untuk terus memperkuat hubungan spiritual dan intelektual dengan Nahdlatul Ulama sebagai pijakan utama dalam bergerak dan berjuang.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Perihal Porsi Makan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Empat Pilar Jaga Warga Tetap Rukun

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:41 WIB
X