"Sahabat-sahabat perlu mengetahui bahwa PMII memiliki Idiologi keislaman yang jelas, yakni berhaluan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah, dengan harapan agar diakui sebagai santri Hadratussyeikh Hasyim Asy'ari tokoh pendiri Nahdlatul Ulama," imbuhnya.
Jamiludin yang juga pernah menjadi ketua komisariat PK PMII STAI Al-Azhary Cianjur pun menambahkan bahwa kader PMII harus menjaga dan melestarikan nilai-nila keaswajaan dengan mengadakan kajian rutin setiap minggunya, seperti pembacaan ratib, tawasul, marhaba dilanjutkan dengan mengkaji berbagai bidang kelimuan.
Mandat Jamiludin menegaskan pentingnya menjaga warisan keaswajaan melalui praktik-praktik yang konsisten. Dengan mengadakan kajian rutin setiap minggu yang meliputi pembacaan ratib, tawasul, marhaba, dan diskusi berbagai bidang keilmuan, kader PMII dapat terus memperkuat pemahaman dan pengamalan tradisi Aswaja.
Kegiatan seperti ini tidak hanya mempererat spiritualitas dan kebersamaan, tetapi juga memperkaya wawasan intelektual para anggota. Inisiatif ini adalah langkah nyata dalam melestarikan nilai-nilai Aswaja di tengah perubahan zaman.
Penulis: Fauzi Rohmat (Kader PK PMII STAI Al-Azhary Cianjur)
Artikel Terkait
Perihal Porsi Makan
PK PMII STAI Al-Azhary Cianjur Sukses Gelar Rapat Tahunan Komisariat ke XXIII
Sukhoi Su-27, Andalan TNI AU dalam Menjaga Kedaulatan Wilayah Udara Indonesia
Etika Orang yang Beriman
Mari Kita Doakan Sesama Muslim Agar Dijauhkan dari Rasa Benci kepada Orang Mukmin
Mutiara Pagi: Yang Maha Kuasa (Bagian 1599)
PBAK Prodi PMI UIN Bandung Ciptakan Kebahagiaan dan Keakraban Mahasiswa Baru
Gagal Maju Pilkada 2024, Anies Baswedan Bersiap Bangun Partai Politik
Ini Dia Jurusan Kuliah Tak Populer Namun Mampu Buka Pintu Kesuksesan di Masa Depan
Kenakalan Remaja dan Potret Buram Generasi Bangsa