Kita sebagai orang luar tak tahu persis apa yang terjadi. Tapi kita tahu komentar kemarahan SBY saat itu. Judul salah satu berita misalnya: “SBY Marah dan Kecewa ke Anies: Sekarang Saja Tak Jujur.” (1)
Presiden keempat, mantan presiden lain, Megawati, memiliki memori dengan Anies dalam Pilkada DKI 2017-2022. Saat itu Anies mengalahkan calon PDIP: Ahok.
Bukan kalah menang itu benar yang menjadi masalah. PDIP diketahui partai yang sangat mementingkan nilai nasionalisme. Sementara dalam Pilkada DKI, Anies didukung oleh FPI dengan prinsip NKRI Bersyariat.
Anies sendiri sejauh yang saya kenal seorang tokoh Islam moderat, yang modern, pro-demokrasi. Tapi kedekatannya dengan kubu NKRI Bersyariat, walaupun misalnya hanya masalah taktik politik, meninggalkan memori yang membentuk citra politik agama dari Anies.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak empat presiden jumlahnya, yang memiliki kisah “ngeri-ngeri sedap” dalam perjalanan politik Anies Baswedan.
Mungkin bukan presidennya, tapi lingkaran dekatnya, yang membuat ancang-ancang membuat gerakan “Politik Asal Bukan Anies.”
Padahal, partai pendukungnya di pilpres 2024 bisa menang mudah jika mengusung Anies sebagai cagub DKI 2024: Nasdem, PKS, PKB. Ketiga partai ini malah koor bersama meninggalkan Anies.
Ini aneh tapi nyata dalam dunia politik.
Habiskah karir Anies Baswedan di dunia politik? Haruskah Anies mencari profesi lain sebagai akademisi, tokoh ormas, dan lain sebagainya?
Politik tak pernah berhenti memberi kejutan. Anies Baswedan memiliki modal politik yang sudah besar: dikenal publik di atas 90 persen. Disukai publik di atas 70 persen.
Anies tak mati di dunia politik sejauh ia berhasil menciptakan panggung baru. Misalnya ia memiliki organ dan isu yang membuatnya terus muncul hingga Pilpres 2029 kelak.
Siapa yang sesungguhnya akan hilang atau malah lebih berkibar kembali dalam politik praktis kadang tergantung momen. Dan momen itu acapkali datang dengan cara yang tak terduga.***
Jakarta, 30 Agustus 2024
Artikel Terkait
Mari Kita Doakan Sesama Muslim Agar Dijauhkan dari Rasa Benci kepada Orang Mukmin
PBAK Prodi PMI UIN Bandung Ciptakan Kebahagiaan dan Keakraban Mahasiswa Baru
Gagal Maju Pilkada 2024, Anies Baswedan Bersiap Bangun Partai Politik
Ini Dia Jurusan Kuliah Tak Populer Namun Mampu Buka Pintu Kesuksesan di Masa Depan
Kenakalan Remaja dan Potret Buram Generasi Bangsa
Potret Pilgub Jakarta, Pembusukan Demokrasi dan Bumbung Kosong
Resmi Demisioner, PK PMII STAI Al-Azhary Cianjur Masa Khidmat 2023-2024 Komitmen Kawal Kader dan Anggota
Mutiara Pagi: Yang Maha Mendahulukan (Bagian 1600)
Mojolaban Bermunajah Mendoakan Agar Indonesia Baik-Baik Saja
Mahasiswa KKN Kelompok 2 STAI Al Ittihad Cianjur Gelar Santunan Yatim Piatu dan Dhuafa