Oleh: Denny JA
Dalam aneka survei di Pilkada DKI 2024, elektabilitas Anies Baswedan paling tinggi. Survei LSI Denny JA bulan Agustus 2024 menunjukkan itu. Juga survei lembaga lainnya.
Jika saja Anies Baswedan mendapatkan tiket pencalonan, sulit dibendung, besar kemungkinan Anies tak hanya kembali menjadi gubernur Jakarta berikutnya.
Anies pun akan menjadi Calon Presiden 2029 yang sangat kuat. Mungkin lebih kuat dibandingkan elektabilitasnya di capres 2024 tempo lalu.
Pertanyaannya, mengapa tak ada satu pun partai yang punya syarat mencalonkannya, tapi memilih tidak mencalonkannya. Bahkan tiga partai yang dulu mengelu-elukannya dalam pilpres 2024: Nasdem, PKS, PKB, malah berpaling?
Di Pilkada DKI 2024, Anies Baswedan dikalahkan justru sebelum kampanye dimulai.
Banyak analisa yang bisa dibuat. Salah satunya adalah kisah empat presiden. Mungkin bukan presidennya, tapi lingkarannya yang mengembangkan strategi “Politik Asal Jangan Anies.”
Presiden pertama, presiden terpilih Prabowo berkali-kali mengutip itu. Betapa kinerjanya sebagai Menhan dinilai 11 persen oleh Anies dalam kampanye presiden tempo hari. Lingkaran Prabowo tahu persis betapa Anies menjadi Gubernur DKI periode sebelumnya karena bantuan Prabowo.
Jika Anies menjadi gubernur DKI, 2024-2029, ia akan menjadi penantang sangat kuat bagi pencalonan kembali Prabowo di Pilpres 2029.
Presiden kedua, presiden Jokowi sangat militan ingin memindahkan ibukota ke IKN. Semua tahu persis, proses perubahan ibu kota agar sukses memerlukan konsolidasi mungkin 20 tahun.
Program IKN perlu didukung oleh presiden Indonesia selanjutnya hingga 20 tahun mendatang, ketika ibukota baru terkonsolidasi.
Sementara Anies ketika menjadi capres 2024, menjadikan IKN bukanlah program yang akan didukungnya. Itu yang tempo hari menjadi pembeda Anies dengan Prabowo yang akan melanjutkan IKN.
Tentu bagi Jokowi dan pendukungnya, sikap politik Anies Baswedan atas IKN menjadi catatan penting.
Presiden ketiga, mantan presiden SBY juga memiliki kisah sendiri. Saat itu, SBY sangat bersemangat. Betapa tidak, ia merasa sudah ada komitmen Anies akan berpasangan dengan AHY sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2024. Tapi Anies malah berjodoh dengan Muhaimin Iskandar sebagai Capres dan Cawapres.
Artikel Terkait
Mari Kita Doakan Sesama Muslim Agar Dijauhkan dari Rasa Benci kepada Orang Mukmin
PBAK Prodi PMI UIN Bandung Ciptakan Kebahagiaan dan Keakraban Mahasiswa Baru
Gagal Maju Pilkada 2024, Anies Baswedan Bersiap Bangun Partai Politik
Ini Dia Jurusan Kuliah Tak Populer Namun Mampu Buka Pintu Kesuksesan di Masa Depan
Kenakalan Remaja dan Potret Buram Generasi Bangsa
Potret Pilgub Jakarta, Pembusukan Demokrasi dan Bumbung Kosong
Resmi Demisioner, PK PMII STAI Al-Azhary Cianjur Masa Khidmat 2023-2024 Komitmen Kawal Kader dan Anggota
Mutiara Pagi: Yang Maha Mendahulukan (Bagian 1600)
Mojolaban Bermunajah Mendoakan Agar Indonesia Baik-Baik Saja
Mahasiswa KKN Kelompok 2 STAI Al Ittihad Cianjur Gelar Santunan Yatim Piatu dan Dhuafa