رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةٍ عِمِّيَّةٍ يَغْضَبُ لِعَصَبَةٍ، أَوْ يَدْعُو إِلَى عَصَبَةٍ، أَوْ يَنْصُرُ عَصَبَةً فَقُتِلَ فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang berperang di bawah bendera kejahilan, marah karena asabiyah, atau menyeru kepada asabiyah, atau menolong karena asabiyah lalu terbunuh, maka ia terbunuh dalam keadaan jahiliyah.”(HR. Muslim)
Kesimpulan
Islam mengajarkan bahwa perbedaan dalam mazhab, pandangan politik, dan aspek-aspek lain dalam kehidupan seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan di antara umat Islam.
Dengan memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran Al-Qur'an, hadits Nabi, serta nasihat para sahabat dan ulama, umat Islam dapat membangun sinergi untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan berkemajuan.
Kerjasama dalam kebaikan dan takwa, menjaga akhlak mulia, serta mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan adalah kunci utama dalam mencapai tujuan ini.
Islam, sebagai rahmatan lil ‘alamin, adalah agama yang membawa kedamaian, keadilan, dan kemaslahatan bagi seluruh alam.
Artikel Terkait
Sumbu Filosofis Yogyakarta
Cerita Harastha Haifa Zahra, Puteri Indonesia 2024 Sabet Mahkota Miss Supranational di Polandia
Latihan Sikatan Daya 2024, Tiga Skadron Tempur Lanud Iswahjudi Laksanakan Operasi Udara
Rizki Juniansyah, Lifter Andalan Indonesia di Olimpiade Paris 2024
Kapal Induk AS dengan Segala Kelebihannya
Curug Cimanintin di Tasikmalaya, Cocok untuk Pemandian dengan Hawa Sejuk dan Segar
Viral Tes DNA Pegi Setiawan Cianjur, Ini Pengertian dan Fungsi
Tips Mudah Membuat Roti Goreng yang Lembut, Empuk dan Krispi
Suramadu, Jembatan Penghubung Antar Pulau Terpanjang di Indonesia
Hijrah dan Strategi Pembangunan Masyarakat Muslim - 04