Persatuan: Menghargai Perbedaan dan Membangun Sinergi untuk Kemaslahatan Umat dan Bangsa

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 16 Juli 2024 | 13:09 WIB
Ilustrasi umat muslim sedang melaksanakan shalat idul adha. (pixabay)
Ilustrasi umat muslim sedang melaksanakan shalat idul adha. (pixabay)

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai. (QS. Ali 'Imran: 103)

Rasulullah SAW bersabda:

لَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
“Janganlah kalian saling membenci, janganlah saling dengki, janganlah saling membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam berdiskusi dan menyampaikan pendapat, penting untuk menjaga adab dan akhlak. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sinergi untuk Kemaslahatan Umat dan Bangsa

Perbedaan pendapat tidak seharusnya menghalangi kita untuk bersinergi dalam membangun umat dan bangsa. Sebaliknya, perbedaan ini bisa menjadi kekuatan jika dikelola dengan baik. Allah SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS. Al-Ma'idah: 2)

Membangun Stabilitas dan Harmoni

Stabilitas, keamanan, dan harmonisasi adalah syarat utama bagi kemajuan bangsa. Ketika umat bersatu dan bekerja sama, mereka dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk berkreasi dan berinovasi. Rasulullah SAW bersabda:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya seperti bangunan yang saling menguatkan satu sama lain. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kontribusi terhadap Kemaslahatan Umat dan Kemanusiaan

Islam mengajarkan bahwa kita harus memberi manfaat bagi sesama. Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.* (HR. Thabrani)

Dengan bersinergi dan bekerja sama, umat Islam dapat memberikan kontribusi besar bagi kemaslahatan umat dan kemanusiaan secara umum. Ini akan membuktikan bahwa Islam benar-benar adalah rahmatan lil ‘alamin.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Sumbu Filosofis Yogyakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB
X