Dari dua contoh di atas jelaslah bahwa salah satu faktor Islamophobia itu adalah ketidak tahuan atau kebodohan (ignorance).
Dan lebih buruk lagi seringkali kebodohan itu dibangun di atas berbagai asumsi-asumsi (pre-assumptions) yang seolah menjadi kebenaran mutlak.
Asumsi-asumsi yang seolah kebenaran itu menjadi landasan kesimpulan yang mengantarkan mereka kepada perasaan takut (fear) dan benci (hate) yang tidak berdasar.
Di Amerika kebodohan inilah yang seringkali dipakai oleh para pemangku kepentingan untuk meraup dukungan demi meraih kepentingannya.
Sentimen anti Islam dan ketakutan kepada Islam dan pemeluknya seringkali dipakai oleh para pemburu kepentingan politik di musim-musim politik. Hal yang akan saya elaborasi pada lanjutan tulisan yang akan datang. Insya Allah!
Artikel Terkait
Kunci Pahala Berlimpah: Memaksimalkan Amalan Terbaik di Sepuluh Hari Bulan Dzulhijjah
Fadilah Puasa 1-9 Bulan Dzulhijjah
'Rush Money' ala Muhammadiyah
Yuk Ikutan Festival Imigrasi 2024, Ini Syaratnya!
Super...Deden Nasihin Raih Doktor FISIP UNPAD, Kang Ace : Kader Golkar Selain Politisi Juga Teknokrat
Angkat Disertasi Kasus Kawin Kontrak di Cianjur, Deden Nasihin Raih Gelar Doktor FISIP UNPAD
Deden Nasihin Politisi yang Akademisi, Moncer di Karier Politik Jawa Barat dan Sukses Raih Doktor FISIP UNPAD
Doktor Deden Nasihin, Sosok Muda Cemerlang sebagai Politisi Golkar dan Sukses menjadi Akademisi FISIP UNPAD
PT LIB Gelar Pertemuan dengan Pemilik Klub Liga 1, Bahas Kompetisi 2024/2025
Muhammadiyah Gandeng Ormas Lintas Iman Perkuat Bidang Kesehatan