Pita Putih Garuda Indonesia

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Jumat, 1 Maret 2024 | 07:00 WIB
Garuda Pancasila adalah lambang negara Indonesia (Canva @gettyimages)
Garuda Pancasila adalah lambang negara Indonesia (Canva @gettyimages)

Oleh : Irfan Taofiq

Indonesia merupakan Negara yang memiliki banyak keanekaragaman. Dari sabang
sampai merauke Indonesia terkenal akan keanekaragamannya, mulai dari ras, suku, budaya, agama, etnis, bahasa, bahkan ekonominya-pun berbeda-beda tergantung pada ketersediaan sumber daya alam yang diberikan oleh setiap wilayahnya, akan tetapi hal itu tidak menjadikan bangsa ini terpecah belah karena adanya perbedaan.

Baca Juga: Agenda Aspirasi Emak-emak Indonesia Untuk Hari Libur Nasional Pada setiap tgl 15 Maret untuk memperingati Hari Anti Islamophobia Internasional

“Lantas hal apa yang membuat bangsa indonesia menjunjung persatuan ?”
karena yang membuat Indonesia menjadi negara yang satu-kesatuan adalah adanya
Bhinneka Tunggal Ika, semayat semboyan negara inilah yang sudah diterapkan oleh masyarakat Indonesia secara turun menurun. Bahkan kalimat “Bhinneka Tunggal Ika” tercantum pada lambang negara Garuda Pancasila. Jika diartikan per kata, pada kata bhinneka berarti “beraneka ragam”, kata tunggal berarti “satu”, dan kata ika yang berarti “itu”. Secara harfiah jika disatukan maka Bhinneka Tunggal Ika berarti beraneka ragam tetapi tetap satu jua.

Baca Juga: Berhati-hatilah Di Sosial Media Jejak Digital Selalu Ada
“lantas apakah Al-Qur’an berbicara tentang Bhineka Tuggal Ika ?”
Semboyan Bhineka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda tapi satu jua, memiliki arti kemiripan pada Surat Al-Hujurat Ayat 13 :
“Wahai manusia kami telah menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesumgguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Alloh ialah yang paling takwa diantara kamu.

Baca Juga: Kesenian Dodombaan Dari Garut

Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Penyayang.” Ayat ini secara gamblang juga menjelaskan bahwa manusia di mata Allah SWT adalah
sama dan setara. Tidak dibenarkan jika ada yang saling merendahkan satu sama lain. Yang mampu membedakan manusia satu dengan manusia lainnya hanyalah derajat ketakwaannya.

Dapat disimpulkan melalui Surat Al Hujurat ayat 13, Allah SWT secara tegas melarang segala bentuk tindakan kebencian kepada sesama manusia dengan mengatasnamakan suku, ras, agama, dan lain sebagainya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X