Sistem Sosial Pedesaan di Talegong Garut

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Jumat, 1 Maret 2024 | 06:37 WIB
Gunung Guntur Garut
Gunung Guntur Garut

 

Oleh : Ulfah Khodijah Burhani

Sistem sosial merupakan sistem interaksi atau pola-pola hubungan, antara anggota
masyarakat dalam membangun kehidupan bersama sebagai keseluruhan. Masyarakat desa sebagai satu kesatuan hidup dengan ciri sistem sosialnya sendiri. Begitupun di Desa Sukamulya ini mempunyai ciri sistem sosial kehidupan pedesaan yang ramah dan suka bergotong royong sesama warga.

Baca Juga: Kesenian Dodombaan Dari Garut

Kampung Talegong merupakan salah satu kampung yang berada di Desa Sukamulya,
Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut. Tepatnya di Garut Selatan, perbatasan antara Kab. Garut dan Kab. Bandung. Bisa dikatakan di pelosok, karena masih susah kendaraan umumkecuali mobil elp yang waktunya sudah terjadwal atau rata-rata mempunyai kendaraan masing-masing.

Ketika ada suatu kebutuhan di desa ini, lebih dekat ke daerah Bandung
Pangalengan, bukan ke Garut karena jaraknya yang lebih dekat dan mudah dijangkau. Apabila ke daerah garut maka akan membutuhkan waktu lebih lama lagi.
Keadaan sosial di kp. Talegong ini bisa dikatakan baik. Masih bersifat kedaerahan.
Karena ciri sistem sosial di masyarakat pedesaan berbeda dibanding dengan masyarakat perkotaan.

Masyarakat di pedesaan memiliki ikatan dan kedekatan hubungan sosial yang
kuat. Pergaulan juga yang bersifat kekeluargaan dan gotong royong. Sifat kekeluargaan dan gotong royong ini tergambar melalui kerja sama yang dilakukan dalam berbagai kegiatan sosial.

Baca Juga: Bihun Makanan Sejuta Umat Bebas Gluten

Gotong royong yang sering dilakukan di daerah Kp. Talegong ini, salah satunya setiap minggu selalu diadakan pengajian rutinan di hari jum’at. Dimana pada saat itu yang menyiapkan makanan bukan hanya pihak DKM saja, tapi juga para warga sekitar mesjid ikut menyumbang makanan. Ada uras, gorengan, bolu, makanan ringan dan lain-lain.

Ketika membagikannya pun dibantu bersama-sama hingga selesai. Apalagi ketika pengajian hari besar Islam, pasti para ibu-ibu membuat nasi kuning, hingga nantinya ada bermacam-macam rasa nasi kuning dan lauknya untuk dibagikan kepada para jamaah.

Baca Juga: Bihun Makanan Sejuta Umat Bebas Gluten

Tidak hanya mengenai kegiatan keagamaan, ketika ada peruntuhan atau pembangunan suatu rumah pasti semuanya ikut membantu untuk segera mungkin dalam menyelesaikannya.
Biasanya dipimpin oleh satu orang baik tokoh maupun rt, rw setempat. Begitupun pembuatan pengairan persawahan. Karena di kp. Talegong mata pencahariannya banyak petani dan pastinya banyak sawah, maka dibantu oleh para warga untuk membangun selokan agar semua sawah bisa mendapatkan pengairan dengan baik. Tidak ada keuntungan sendiri atau saling egois satu sama lain. Pembuatan ini pun biasanya dipimpin oleh satu orang dari pihak desa,
dan disebar kepada semua warga.


Demikianlah kehidupan di pedesaan, tepatnya di kp. Talegong, Desa Sukamulya yang cukup unik, masih mengedepankan sifat gotong royong, kebersamaan antar warga. Dengan segala keterbatasan mereka mampu menghadapi segala situasi dengan kerja sama.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X