Kesenian Dodombaan Dari Garut

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Kamis, 29 Februari 2024 | 22:39 WIB
Domba Garut (Istagram @domba_tangkas_garutofficial)
Domba Garut (Istagram @domba_tangkas_garutofficial)

Oleh : Agisa Salsabila

Garut memang sangat indentik dan terkenal dengan hewan khasnya yaitu “domba
garut”, domba garut memang sangat terkenal karena kualitasnya yang baik dan memiliki tubuh yang kekar dan bagus.Domba garut selain sebagain icon hewan khas kabupaten Garut juga kerap sekali dijadikan sebagai icon kesenian.

Seperti contohnya kesenian adu ketangkasan domba dan selain itu ternyata adalagi kesenian yang menjadikan domba sebagai iconnya kesenian tersebut dinamakan “Dodombaan” .

Baca Juga: Perbedaan Hipertensi Primer dan Sekunder

Kesenian dodombaan ini berbeda dengan kesenian ketangkasam domba yang memang agak mengandung unsur kekerasan,karena memang adu ketangkasan tersebut dengan cara mengadu domba secara langsung. Kesenian dodombaan ini justru tidak mengikut sertakan domba asli secara langsung akan tetapi, domba hanya dijadikan icon saja dengan membuat domba palsu yakni dodombaan.


Kesenian dodombaan sekilas hampir mirip dengan kesenian daerah lain tepatnya di
daerah Subang yaity kesenian sisingaan bedanya pada kesenian dodombaan ini yang dijadikan icon adalah domba sedangkan pada kesenian Subang yang dijadikan icon adalah singa.

Baca Juga: Masalah Hipertensi yang wajib Diketahui

Kesenian dodombaan sendiri berasal dari berasal dari Desa Panembong Kecamatan
Bayongbong Kabupaten Garut.Unsur-unsur yang ada pada pementasan dodombaan ini ialah satu atau dua orang yang melakukan gerakan atau ibing pencak silat yang mengawal dodombaan berarti berasa dipaling depan,lalu 8 orang dengan memakai kostum khusus biasanya memamakai pangsi yang memikul patung domba dari kayu yang bisa ditunggangi.

Dan untuk unsur iringan musik pada kesenian dodombaan ini menggunakan
tetabehan seperti alat-alat musik yang sering digunakan pada acara atau mengiringi acara pencak silat. Kesenian dodombaan hanya dipentaskan pada event-event tertentu seperti khitanan,menyambut tamu penting dan lain-lain.

Baca Juga: Bihun Makanan Sejuta Umat Bebas Gluten

Seni dodombaan ini bisa dikatakan aman bagi orang yang menungganginya karena
pembawaan dodombaan nya pun hanya berjalan seperti biasa sesekali di selangi dengan sedikit menari oleh para pemikul selain itu para pemikul nya pun yang sudah ahli dan badan nya kuat,kesenian ini bisa dikatakan kesenian yang diadakan untuk menghormati,memeriahkan orang yang menunggangi dodombaan makan dari itu tidak sembarang orang yang bisa menunggangi dodombaan ini.Selain itu ibing pencak silat pun membantu memeriahkan seni
dodombaan ini sehingga masyarakat yang menonton tidak hanya fokus pada dodombaan nya saja tetapi juga pada pencak silatnya menurut saya kesenian ini sangatlah positif.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X