Fenomena ini puncaknya akan terwujud di akhir zaman. Sebagaimana Syekh Shaduq dalam kitab Amali yang menukil Imam Ali: ”Ayat ini berkaitan dengan kita."
Kemudian ayat berikut:
"Allah SWT menjanjikan orang-orang yang beriman dari kalian dan yang beramal saleh, bahwa mereka akan dijadikan sebagai khalifah di atas muka bumi, sebagaimana Ia juga telah menjadikan para pemimpin sebelum mereka dan Ia menjanjikan untuk menyebar dan menguatkan agama yang mereka ridhai, dan menggantikan rasa takut mereka menjadi keamanan. (QS. Nur: 54).
Syekh Thabarsi mengatakan: ”Dari para Imam Ahlul Bait diriwayatkan bahwa ayat ini berkaitan dengan Mahdi keluarga Muhammad SAW. Syekh Abu Nadhr ‘Iyasyi meriwayatkan dari Imam Ali Zainal Abidin bahwa beliau membaca ayat tersebut, setelah itu beliau bersabda: ”Sumpah demi Allah SWT mereka yang dimaksud adalah para pengikut kita, dan itu akan terealisasi berkat seseorang dari kita."
"Dia adalah Mahdi (pembimbing) umat ini. Dialah yang Rasul SAW bersabda tentangnya: "Jika usia dunia sudah tidak tersisa lagi kecuali sehari lagi, Allah SWT akan memanjangkan hari tersebut sampai seseorang dari keluargaku muncul dan memimpin dunia. Namanya seperti namaku (Muhammad)."'
Mayoritas kaum Syi’ah adalah Syi'ah Imamiyah atau Istna 'Asyariah, yaitu mereka yang meyakini kepemimpinan Ilahiyah (Imamah) sepeninggal Rasulullah berada di tangan para dua belas Imam secara turun-temurun dari Imam Ali.
Selain itu terdapat beberapa golongan kecil Syi’ah seperti Isma’iliyah dan Zaidiyah.
Syi’ah Imamiyah meyakini bahwa Imam Mahdi telah lahir, akan tetapi pada masa sekarang sedang berada dalam kegaiban.
Beliau adalah putra Imam Hasan al-Ashkari, Imam kesebelas, keturunan Imam Husein bin Abi Thalib dari garis Ayah dan keturunan Imam Petrus (St. Peter), salah satu washi Nabi Isa as (kaum hawariyyin, 12 murid Isa) dari garis Ibu (Narjis atau Malika).
Menurut Syi’ah, kegaiban Imam Mahdi yang telah lahir pada bulan Sya’ban, 255 H telah berlangsung sebanyak dua kali. Dengan demikian, Imam Mahdi telah ghaib selama lebih dari 1200 tahun.
Kegaiban Imam Mahdi ini bukanlah suatu hal yang mustahil bagi orang Syi’ah, karena di dalam ayat-ayat Al-Qur’an telah diberikan contoh-contoh mengenai orang-orang yang digaibkan oleh Allah SWT, antara lain:
Allah SWT “mengangkat” Nabi Isa AS (QS. An-Nissa: 157-158 dan QS. Ali Imran: 55). Allah SWT menidurkan sekelompok pemuda yang berlindung di sebuah gua selama 309 tahun (QS. Al-Kahfi: 9-26).
Oleh karena itu, bagi kaum Syi’ah bukanlah hal yang mustahil bagi Allah SWT untuk menggaibkan seseorang. Apalagi kaum Syi’ah juga mempercayai raj’ah, yaitu kembalinya ke bumi sejumlah orang yang telah meninggal dunia, khususnya pada akhir zaman untuk ikut berjuang bersama-sama Imam Mahdi.
Menurut mereka, ayat-ayat Al-Qur’an tidak bertentangan dengan keyakinan raj’ah.
Allah SWT menghidupkan kembali Uzair bin Jarwah (QS. Al-Baqarah: 259).
Allah SWT memberi mukjizat kepada Nabi Isa AS untuk menghidupkan kembali orang yang telah meninggal dunia (QS. Ali Imran: 49).
Artikel Terkait
Ingin Hidup Sehat? Jangan Sepelekan Kesehatan Tubuh
Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri Diamuk Massa Saat Antarkan Jenazah Enembe
Cecep Agam Soroti Pentingnya Koordinasi Berkala Eksekutif dan Legislatif Dalam Peningkatan IPM Cianjur
Firman Mulyadi Tekankan Pentingnya Peran Aleg DPR RI Dalam Pembangunan IPM Cianjur
Mendesak Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Harus Adil dan Independen
Makan Ikan Baik Untuk Kesehatan Tulang dan Gigi
Makan Ikan Tekan Resiko Penyakit Jantung
Makan Ikan Tekan Resiko Depresi
Firman Mulyadi Koornas Relawan Muda Prabowo Gibran, Ingin Menjadi Bagian dari Sejarah Tewujudnya Indonesia Emas 2045
Debat Capres dan Eksposur Personalitas