JournalNusantara.com - Pemerintahan Kota Banda Aceh, Bakhri Siddiq. memberikan informasi kepada masyarakatnya untuk tidak merayakan pergantian tahun karena itu dinilai tidak sesuai dengan kearifan lokal dan budayanya Aceh.
Ia mengungkapkan, bahwa keputusan itu diambil saat acara rapat bersama forkopimda terkaitnya pengamanan saat natal dan tahun baru 2022.
Didalam rangkaian rapat tersebut, ia mengatakan bahwa untuk tidak merayakan tahun baru dengan membakar petasan ataupun kegiatan hura-hura lainnya di dalam wilayag Kota Banda Aceh.
"Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kearifan lokal dan memastikan ketentraman umum tetap terjaga," ujar Bakhri Siddiq.
Hingga pihaknya tetap melakukan untuk persiapan pengamanan menjelang perayaan natal di Kota Banda Aceh dan siap melakukan pengamanan bagi mereka yang merayakan natal.
Baca Juga: Thariq Halilintar dan Putri Delina Dinilai Cocok oleh Netizen, Sholehah dan Menutup Aurat
"Meskipun sebagaian besar warga Banda Aceh tidak merayakan Natal dan Tahun Baru, namun kita tetap melakukan pengamanan untuk menciptakan suasana yang kondusif serta menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan," ungkapnya. (Tiara Maulia Setiawa)
Artikel Terkait
Jaga Kondusifitas Perayaan Natal dan Tahun Baru, Bupati Cianjur Gelar Rapat Koordinasi
Update: 273 Juta Penduduk Indonesia Versi Kemendagri
Hot Banget! Usai Kebaya Merah, Kini Muncul Video Syur Kebaya Hijau Berdurasi 8 Menit
Santri Kuat di Orasi, Lemah di Literasi?
Sesa Eryka, Puteri Indonesia Berbakat Sumsel 2019 yang Kini Jadi Host TV
TNI Angkatan Laut Cetak Sejarah yang Akan Mempertemukan Militer Korsel dan Korut dalam Latihan Komodo 2023
Negara China Sponsor Terbesar Piala Dunia Qatar 2022 dan Amerika Serikat Menjadi Kedua, "Geser Dominasi AS"
Mak Nyak "Aminah Cendrakasih" Tutup Usia
Perempuan Dilarang untuk Berkuliah di Afghanistan, "Taliban Kembali Berkuasa"
Thariq Halilintar dan Putri Delina Dinilai Cocok oleh Netizen, "Sholehah dan Menutup Aurat"