Amerika Serikat Klaim NATO Mampu Hancurkan Rusia dalam Waktu 3 Hari

photo author
Andre Rusnandar, Journal Nusantara
- Selasa, 20 Desember 2022 | 18:04 WIB
Dalam gambar yang dirilis oleh Departemen Pertahanan A.S. ini, tentara Jerman yang ditugaskan di Surface Air and Missile Defense Wing 1, menembakkan sistem senjata Patriot di Instalasi Penembakan Rudal NATO, di Chania, Yunani, pada 8 November 2017 (Sebastian Apel/A.S. Departemen Pertahanan, melalui AP, dokumentasi)
Dalam gambar yang dirilis oleh Departemen Pertahanan A.S. ini, tentara Jerman yang ditugaskan di Surface Air and Missile Defense Wing 1, menembakkan sistem senjata Patriot di Instalasi Penembakan Rudal NATO, di Chania, Yunani, pada 8 November 2017 (Sebastian Apel/A.S. Departemen Pertahanan, melalui AP, dokumentasi)


JournalNusantara.com - Sudah berlangsung hampir satu bulan Invasi militer Rusia ke Ukraina, sejak dilancarkan pada 24 Febuari 2022, Anggota Kongres Amerika Serikat (AS), Adam Kinzinger, telah memberikan pernyataan kontroversial yang sangat meremehkan tentang armada Beruang Merah.

Dalam akun Twitter pribadinya Kinzinger mengatakan jika fakta pertahanan atlantik utara (NATO) hanya perlu tiga hari untuk melumpuhkan militer rusia.

Baca Juga: Pelaku Pelecehan Seksual Universitas Gunadarma Perpanjang Kasus Persekusi, Sekarang Berstatus Menjadi Korban

Amerika dan negara-negara NATO kerap memberikan bantuan senjata miliaran Dolar ke Ukraina, Pernyataan anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Republik menjadi sorotan. lantaran Ukraina bukan anggota NATO.

"Saya berharap ini lelucon, NATO vs Rusia akan menjadi seperti operasi tiga hari yang nyata," tulis Kinzinger di Twitter.

Hal ini jelas menjadi perbedaan tajam dengan keinginan Kinzinger, Presiden AS, Joe Biden, di sisi lain memastikan pihaknya tidak akan berperang terbuka melawan Rusia, bahkan Biden mengatakan Amerika akan mendukung Ukraina dengan pasokan keuangan dan senjata.

Baca Juga: Twitter Memberikan Larangan untuk Pengguna Agar Tidak Mempromosikan Sosial Media Lain

Hingga Putin pun menegaskan bahwa Jika tak berhenti maka Rusia akan mengambil tindakan represif yang tidak akan bisa dibayangkan, Presiden Rusia, Vladimir putin, telah lama mempersoalkan pengaruh NATO yang dianggap sebagai mengancam kedaulatan Rusia, bahkan, Sejak beberapa bulan sebelum perang Rusia-Ukraina.

Rusia geram dengan sikap Amerika, Inggris dan negara-negara NATO lainnya terus memasok senjata ke Ukraina. (Tiara Maulia Setiawan)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andre Rusnandar

Sumber: viva.co.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X