Andi Kalpataru : Hilangkan Sampah Secara Alami, Caranya Jadikan Sampah Bernilai Ekonomis

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Senin, 14 November 2022 | 15:34 WIB
Andi Kalpataru atau biasa disapa Andi Limbah, Aktivis Perintis lingkungan tanpa sampah atau zero waste. Menghilangkan sampah secara alami dengan menjadikannya sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomi adalah ide dasar Andi Limbah yang sudah disuarakan sejak tahun 200a-an.  (Mubarak R)
Andi Kalpataru atau biasa disapa Andi Limbah, Aktivis Perintis lingkungan tanpa sampah atau zero waste. Menghilangkan sampah secara alami dengan menjadikannya sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomi adalah ide dasar Andi Limbah yang sudah disuarakan sejak tahun 200a-an. (Mubarak R)

JournalNusantara.com - Sampah masih menjadi permasalahan yang belum juga terselesaikan hingga saat ini. Bukan hanya di skup lokal kabupaten dan kota saja, melainkan di level nasional pun kehadiran sampah masih menjadi ancaman bahkan dianggap sebagai sesuatu yang tidak memberikan nilai manfaat apapun bagi manusia. 

Padahal jika kita mau jujur dan berfikir kreatif, sampah yang ada saat ini adalah "buah tangan" rutin manusia. Berawal dan berasal dari manusia itu sendiri, sehingga berdampak terhadap keberlangsungan lingkungan tempat dimana manusia berinteraksi dan melaksanakan hajat hidup keseharaiannya.

Sampah seyogianya dapat dijadikan sebagai peluang untuk menghasilkan dan memberikan nilai tambah lebih bagi kelangsungan hidup manusia. Menjadikan sampah sebagai komoditas ekonomi baru sekaligus peluang investasi sosial dan ekonomi demi keberlangsungan ekosistem lingkungan yang seimbang.

Baca Juga: Waduh...Mini Bus Hantam Roda Dua Hingga Terguling di Kawasan Cibeureum Cianjur

Prinsip menghilangkan sampah secara alami dengan cara menjadikan sampah bernilai ekonomi dan bernilai guna. Inilah inti dari pemikiran sosok seorang Andi Syaban Solehudin (59) atau akrab disebut sebagai Andi Kalpataru Cianjur atau biasa juga disapa Andi Limbah Cianjur. 

Pria yang bertempat tinggal di Jl. Dr. Muwardi Gg. Elos III Cianjur tersebut sudah beberapa kali memperoleh penghargaan sebagai perintis lingkungan hidup dari Presiden RI tahun 2004, penghargaan dari Gubernur Jabar tahun 2005, dan penghargaan lingkungan dari berbagai lembaga lainnya. 

Andi Kalpataru peraih penghargaan Perintis Lingkungan dari Presiden RI tahun 2004. Ide gagasan tentang "Zero Waste" layak diakomodir oleh pemerintah.
Andi Kalpataru peraih penghargaan Perintis Lingkungan dari Presiden RI tahun 2004. Ide gagasan tentang "Zero Waste" layak diakomodir oleh pemerintah. (Mubarak R)

"Sudah sejak lama, sekitaran tahun 1985, ketika saya ngisi acara Karsa Karya TVRI, saya suarakan terus tentang konsep menghilangkan sampah secara alami dengan cara menjadikan sampah bernilai ekonomi. Ketika sampah sudah memiliki nilai ekonomi, maka setiap orang akan berkepentingan untuk tidak membuangnya secara sembarangan, namun akan terus diolah menjadi komoditas baru yang layak jual." tutur Andi Limbah menjelaskan.

Baca Juga: Nikita Mirzani Jalani Sidang secara Online di PN Serang  

Seperti halnya, tambah Andi, mendaur ulang steroform (busa) menjadi kerajinan tangan halnya lampu belajar, figura, hiasan dinding, torso, meja kursi, dan ratusan macam produk lainnya, bisa disulap menjadi barang-barang yang bernilai ekonomi. Bahan bakunya dari segala jenis sampah ataupun biasa disebut sebagai limbah domestik. Pemerintah harus mengawal dan mempertegas dengan membuat aturan mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomi.

"Bila perlu buatkan oleh pemerintah, modali dan bina suatu Industri segala produk dengan bahan baku sampah domestik (semua jenis sampah) berkerjasama dengan lembaga-lembaga lainnya. Bahwa sampah itu bukan hanya urusan Kementerian Lingkungan Hidup saja, tapi berkait erat dengan Kementerian Perindustrian dan perdagangan ketika sudah menjadi produk UMKM misalanya." tambah Andi mengaskan. 

Baca Juga: Klasemen Liga Inggris Jelang Piala Dunia 2022, Arsenal di Puncak, Wolverhampton Juru Kunci

Bijak dalam mengelola sampah, lanjut Andi, akan banyak memberikan dampak positif bagi manusia, bahkan bagi negara. Pengangguran akan berkurang, sampah akan  berkurang, APBN pun akan terselamatkan karena pemerintah tidak harus menghamburkan biaya untuk membeli truk sampah, tidak perlu repot membangun kawasan TPA, tidak harus mempersiapkan infrastruktur untuk menghilangkan sampah pastinya. 

"Pemerintah harus membuat aturan yang tegas, tentang bagaimana merubah sampah menjadi barang bernilai ekonomi sekaligus merubah mindset warga negara dengan menjadikan sampah sebagai berkah bukan sebagai sumber masalah. Saya saat ini sedang mencari partner baik lembaga ataupun perorangan, swasta ataupu pemerintah untuk menjalankan konsep penuntasan sampah sebagai sesuatu yang bernilai melalui lembaga PT. Andi Kalpataru Partner yang saya miliki. InshaAllah saya siap bersinergi menjaga dan merawat bumi ini agar tetap lestari." pungkas Andi kepada awak media saat berbincang santai di kediamannya yang asri di kawasan Cianjur Kota. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X