JournalNusantara.com - Sampah masih menjadi permasalahan yang belum juga terselesaikan hingga saat ini. Bukan hanya di skup lokal kabupaten dan kota saja, melainkan di level nasional pun kehadiran sampah masih menjadi ancaman bahkan dianggap sebagai sesuatu yang tidak memberikan nilai manfaat apapun bagi manusia.
Padahal jika kita mau jujur dan berfikir kreatif, sampah yang ada saat ini adalah "buah tangan" rutin manusia. Berawal dan berasal dari manusia itu sendiri, sehingga berdampak terhadap keberlangsungan lingkungan tempat dimana manusia berinteraksi dan melaksanakan hajat hidup keseharaiannya.
Sampah seyogianya dapat dijadikan sebagai peluang untuk menghasilkan dan memberikan nilai tambah lebih bagi kelangsungan hidup manusia. Menjadikan sampah sebagai komoditas ekonomi baru sekaligus peluang investasi sosial dan ekonomi demi keberlangsungan ekosistem lingkungan yang seimbang.
Baca Juga: Waduh...Mini Bus Hantam Roda Dua Hingga Terguling di Kawasan Cibeureum Cianjur
Prinsip menghilangkan sampah secara alami dengan cara menjadikan sampah bernilai ekonomi dan bernilai guna. Inilah inti dari pemikiran sosok seorang Andi Syaban Solehudin (59) atau akrab disebut sebagai Andi Kalpataru Cianjur atau biasa juga disapa Andi Limbah Cianjur.
Pria yang bertempat tinggal di Jl. Dr. Muwardi Gg. Elos III Cianjur tersebut sudah beberapa kali memperoleh penghargaan sebagai perintis lingkungan hidup dari Presiden RI tahun 2004, penghargaan dari Gubernur Jabar tahun 2005, dan penghargaan lingkungan dari berbagai lembaga lainnya.
"Sudah sejak lama, sekitaran tahun 1985, ketika saya ngisi acara Karsa Karya TVRI, saya suarakan terus tentang konsep menghilangkan sampah secara alami dengan cara menjadikan sampah bernilai ekonomi. Ketika sampah sudah memiliki nilai ekonomi, maka setiap orang akan berkepentingan untuk tidak membuangnya secara sembarangan, namun akan terus diolah menjadi komoditas baru yang layak jual." tutur Andi Limbah menjelaskan.
Baca Juga: Nikita Mirzani Jalani Sidang secara Online di PN Serang
Seperti halnya, tambah Andi, mendaur ulang steroform (busa) menjadi kerajinan tangan halnya lampu belajar, figura, hiasan dinding, torso, meja kursi, dan ratusan macam produk lainnya, bisa disulap menjadi barang-barang yang bernilai ekonomi. Bahan bakunya dari segala jenis sampah ataupun biasa disebut sebagai limbah domestik. Pemerintah harus mengawal dan mempertegas dengan membuat aturan mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomi.
"Bila perlu buatkan oleh pemerintah, modali dan bina suatu Industri segala produk dengan bahan baku sampah domestik (semua jenis sampah) berkerjasama dengan lembaga-lembaga lainnya. Bahwa sampah itu bukan hanya urusan Kementerian Lingkungan Hidup saja, tapi berkait erat dengan Kementerian Perindustrian dan perdagangan ketika sudah menjadi produk UMKM misalanya." tambah Andi mengaskan.
Baca Juga: Klasemen Liga Inggris Jelang Piala Dunia 2022, Arsenal di Puncak, Wolverhampton Juru Kunci
Bijak dalam mengelola sampah, lanjut Andi, akan banyak memberikan dampak positif bagi manusia, bahkan bagi negara. Pengangguran akan berkurang, sampah akan berkurang, APBN pun akan terselamatkan karena pemerintah tidak harus menghamburkan biaya untuk membeli truk sampah, tidak perlu repot membangun kawasan TPA, tidak harus mempersiapkan infrastruktur untuk menghilangkan sampah pastinya.
"Pemerintah harus membuat aturan yang tegas, tentang bagaimana merubah sampah menjadi barang bernilai ekonomi sekaligus merubah mindset warga negara dengan menjadikan sampah sebagai berkah bukan sebagai sumber masalah. Saya saat ini sedang mencari partner baik lembaga ataupun perorangan, swasta ataupu pemerintah untuk menjalankan konsep penuntasan sampah sebagai sesuatu yang bernilai melalui lembaga PT. Andi Kalpataru Partner yang saya miliki. InshaAllah saya siap bersinergi menjaga dan merawat bumi ini agar tetap lestari." pungkas Andi kepada awak media saat berbincang santai di kediamannya yang asri di kawasan Cianjur Kota. ***
Artikel Terkait
Dipicu Perebutan Wilayah, Dua Kubu Desa di Maluku Terlibat Bentrok, Akibatnya Fasilitas Sekolah Rusak Berat
Komunitas Sinkron Gelar Diskusi "Medsos Membawa Traveling ke Luar Negeri"
Update: Gempa Bumi Senin, 14 November 2022, Terasa di Purwakarta dan Cianjur
Jadwal Acara RCTI Hari Ini, Tayang Cinta Alesha, Preman Pensiun, Dunia Terbalik, dan Ikatan Cinta
BMKG Prediksi Hari Ini Turun Hujan di Sejumlah Kota di Indonesia
Titi Swasti, Dara Cantik Launching Perdana Lagu 'Bukan Pelakormu'
Si Cantik Pandanwangi, Beras Lokal Cianjur yang Dikenal Wangi dan Rasanya yang Enak
Klasemen Liga Inggris Jelang Piala Dunia 2022, Arsenal di Puncak, Wolverhampton Juru Kunci
Waduh...Mini Bus Hantam Roda Dua Hingga Terguling di Kawasan Cibeureum Cianjur
Nikita Mirzani Jalani Sidang secara Online di PN Serang