Oleh: Sofie Hidayat dan Tim NCC
Ma’had Al-zaytun menjadi sorotan publik belakangan ini. Sejumlah pihak menuding lokasi itu merupakan markas Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah IX (NII-KW9).
Ma’had atau pesantren yang dipimpin AS. Panji Gumilang itu terletak di Haur Geulis, Indramayu, Jawa Barat. Arealnya sangat luas, hingga mencapai 1.200 hektare. Sekitar 200 hektar untuk bangunan, sisanya, persawahan, ladang, hingga hutan jati emas. Komplek ma’had dibatasi tembok tinggi yang memisahkannya dengan perkampungan penduduk, kontras.
Di dalamnya bukan hanya ada asrama dan ruang belajar seperti pesantren pada umumnya, namun ada juga rumah sakit, rumah tinggal, wisma tamu, waduk, sawah, ladang, dan bahkan kandang ternak.
Proyek besar yang hingga kini sedang dalam tahap penyelesaian adalah pembangunan Masjid dengan nama Rahmatan Lil ‘alamin, yang didesain lebih besar dari Masjid Istiqlal Jakarta. Konon katanya bila sudah jadi, masjid ini mampu menampung 150 ribu jamaah.
Sebetulnya, jauh sebelum menjadi sorotan media, Almarhum Gus Dus (KH. Abdurrahman Wahid) pernah berprediksi tentang masa depan ma’had ini melalui sebuah wawancara dengan tim repoter NII Crisis Center (NCC). Dengan didampingi Yeni Wahid dan Sulaiman (Sekretaris pribadinya), berikut kutipannya ....
Baca Juga: Tim Pengawas DPR RI Beri Catatan Gelaran Haji 2023
NCC : Apa pendapat Gus Dur tentang Al-Zaytun?
GD : Itu punya Pak Harto. Beliau dulu punya obsesi ‘At Tien & Al-Zaytun’ Pak Harto tahu semua yang dikerjakan Si Panji Gumilang. Wong Abu Toto itu binaan ‘anak emasnya’ Ali Moertopo. Itu Proyek Mercusuar yang gak ada manfaatnya untuk bangsa. Pak Harto itu punya mimpi, tapi gak kesampaean. Ia yang memerintahkan Sa’adilah Mursyid mengirim sapi tapos ke Zaytun ditahun 1999. Sebelum reformasi yang jaga Zaytun itu kan Kopasus. Sekarang sudah 10 tahun apa sih yang sudah dihasilkan Al-Zaytun? Saya dengar santrinya gak bisa apa-apa, apalagi lulusannya gak jelas. Masyarakat disana resah dan menganggap Zaytun gak membawa manfaat apa-apa. Tanah mereka dirampas dan dibayar seenaknya ....
Zaytun itu hanya membangun propaganda kebaikan dan kesuksesannya sendiri. Yang begini gak akan lama, saya pikir tahun ini akan jadi tahun terakhir buat Zaytun. Rakyat kita cerdas-cerdas kok, sudah gak bisa lagi dibohongi Abu Toto. Kalo ada yang masih bisa dibohongi, jumlahnya makin sedikit kok. Orang sudah makin faham Zaytun itu Bull shit. Buktikan saja omongan saya, mahasiswa-mahasiswa itu akan balas dendam.
NCC : Bagaimana Gus Dur melihat mereka itu Jahat !?
GD : Anda ini punya hati nurani gak? PKI, Hitler, Zionis Yahudi sekalipun yang dibilang masyarakat itu JAHAT, mereka sangat ’sayang’ dan membela anak buahnya. Tapi kalian bisa lihat sendiri itu di Zaytun, orang dibuat kerja rodi kaya Romusha. Tenaganya diperas, Istri dan anaknya dipisahkan. Gak digaji sepantasnya, jangankan berharap UMR dan ada Jamsostek.
Inikan trafficking (penjualan manusia atas nama Islam ‘NII’) Apa itu gak jahat? Apapun alasannya untuk perjuangan, kondisi darurat. Itu bisa-bisa tipu mereka aja. Apa Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan hal tersebut? Apa Imam Kartosuwiryo rela jama’ahnya diperas begitu?! saya yakin ia marah dan terluka.
NCC : Tapi anda kan tidak berbuat apa-apa untuk membongkar Al-Zaytun?
GD : Anda gak tahu! Apa saya harus teriak-teriak hancurkan Zaytun, fatwakan NII SESAT!. Dulu yang kasih anak-anak itu temuan MUI, saya diberi tahu Kyai Sahal Mahfudz. Yah dibongkarlah sama anak-anak itu. Saya yang perintahkan Chaidar dkk. untuk maju gugat ....
Saya memang diminta oleh para Kyai itu untuk bicara soal Zaytun. Saya bilang nanti tunggu saja tanggal mainnya, Abu Toto itu tahu kok kalo ia sekarang tinggal menghitung hari.
Baca Juga: Resmi, Indonesia Ditunjuk FIFA Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17 2023
Artikel Terkait
Terima Kunjungan Menteri Vanuatu, Wapres RI Sampaikan Komitmen Pembangunan Papua
Hore, Gratis Uji Coba Kereta Cepat Jakarta - Bandung 3 Bulan Pertama
Gila...11 Tahun Ibu-Anak Lakukan Hubungan Terlarang di Bukit Tinggi, Kok Bisa ?
Bos Idan Dunia Terbalik Menilai Pas Jika Wakil Rakyat di DPR RI Diwakili Oleh Para Putra Daerah
H. Endang Sutisna Menuju Gedung Senayan Niat Saya Baktikan Diri Untuk Percepatan Pembangunan Cianjur
Berikut Cara Konversi Motor BBM ke Motor Listrik
Sadiaga Janjikan 3 Kemudahan Kepada Investor India Yang Tertarik Investasi di Bidang Pariwisata
Laksanakan Ibadah Haji, Anies Baswedan Berpesan dan Memohon Maaf serta Do'a dari Warga Indonesia
Resmi, Indonesia Ditunjuk FIFA Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17 2023
Tim Pengawas DPR RI Beri Catatan Gelaran Haji 2023