JournalNusantara.com - Viral di media sosial Twitter kabar perilaku incess )persetubuhan sedarah) yang melibatkan seorang anak dengan ibu kandungnya. Berdasarkan infromasi yang diperoleh, kejadian amoral ini terjadi di Bukit Tinggi Sumatera Barat.
Hal ini seperti yang diunggah oleh akun recehtapisayang @recehtapisayng dengan narasi yang cukup panjang. Begini tulis akun penguggah tentang kejadian tersebut. Yak benar, Tobat Lah kalian.
"Mirisnya, ini terjadi di tengah keluarga utuh yang yang dikenal cukup agamis. Bapaknya ada, adiknya hafidz quran, ibunya kerudungnya besar," kata dia.
Baca Juga: Terima Kunjungan Menteri Vanuatu, Wapres RI Sampaikan Komitmen Pembangunan Papua
Warga Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), dihebohkan kasus inses atau persetubuhan sedarah antara ibu dan anak. Hubungan terlarang ibu dan anak itu bahkan telah berlangsung bertahun-tahun.
Kabar itu diungkap oleh Wali Kota Bukittinggi Erman Safar dalam pertemuan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Anak yang berlangsung di rumah dinas Wali Kota Bukittinggi, Rabu (22/6/2023).
"Anak kita, dari usia SMA. Dia dari SMA sampai usia 28 tahun berhubungan badan dengan ibu kandungnya," kata Erman Safar dilansir detikSumut.
Sontak, pernyataan itu membuat peserta sosialisasi melongo, seakan tidak percaya. Menurut Erman, kasus tersebut kini sedang ditangani serius oleh Pemkot Bukittinggi.
Baca Juga: Ukir Sejarah, STAI Syamsul 'Ulum Gunungpuyuh Sukabumi Buka Program Studi Ekonomi Syari’ah
Ia menceritakan hubungan terlarang ibu kandung dengan anak kandung itu sudah berlangsung lama. Tak dijelaskan bagaimana kasus itu sampai terungkap, tapi Erman mengatakan sang anak sudah dikarantina.
"Dia sekarang sedang kami karantina. Sedang kami karantina, warga kita. Dia dari SMA sampai usia 28 tahun berhubungan badan dengan ibu kandungnya. Percaya? Dunia sudah tua," katanya.
Sontak saja warganet membanjiri kolom komentar akun pengunggah dengan beragam hujatan dan nada tidak percaya atas kasus ini. Tidak sedikit pula yang mencaci dan merugakan peristiwa tersebut. Namun warganet terus berkomentar atas kejadian tak biasa tersebut. Sperti yang dikemukakan oleh akun RIZKY, @_ikhsanrizky: "Ngebayanginnya aja ga sanggup ini sampe ngelakuin zina sama ibu kandungnya dari SMA sampai usianya 28th. Orang berzina mah ga butuh agamis atau ga, cukup ga punya otak aja." cuitnya dengan nada tegas. Kemudian akun @Malvin_juan: "Kamu menyayangi dirimu dengan salah. Ketika kamu memuaskan apa yang menjadi kepuasan-kepuasanmu diluar kebenaran. Jangan pernah berpikir bahwa kejahatanmu tidak membuahkan sesuatu yang mencelakaimu. Jangan main-main! Ada kisah di *Kejadian 35 : 22, Perzinahan Ibu - Anak." tuturnya.
Baca Juga: KPK Tahan Tersangka Suap dan Gratifikasi Proyek Infrastruktur Papua
Lanjut dengan komentar akun @silkyfairys: "Sejauh ini, ini yg paling jauh. Udah ga bisa berkata kata sama kelakuan manusia yg sukses membuat setan geleng geleng kepala." tulisnya heran, lantas akun @clignedesyeux: "Dgn ibu tiri okelah ya masuk akal. ya mkdnya dia org lain yg ketemu gede tb” berubah status jd ibu kita(wlaaupun salah) tp ini ibu kandung? setidaknya ga cangung apa ya? apa sangking berbakti nya sama lobang tempat dia lahir? yaampun manusia dah pada gila ya." tulisnya, dan akun Arjuno Gurun
@benabdlwaheed: "Saking bahayanya bokep sampai orang yg dikenal agamis pun bisa kena juga. Tapi koplaknya penduduk nusantara yg sangean & berotak selangkangan malah mencak2 sama kemenkominfo krn sudah mengganggu kesukaan mereka dlm menikmati konten2 bokep." pungkasnya.
Artikel Terkait
Mengenal Isna Septi Handayani, Vokalis Cantik Band Qasima
Dibalik Laga Indonesia Lawan Argentina ada Kemesraan Jokowi, Prabowo Subianto dan Erick Tohir
Tepat di Hari Ulang Tahunnya, Presiden Jokowi Cabut Status Pandemi Covid 19
Mansur Sulaeman, Emak-Emak Menjadi Salah Satu Lumbung Suara Dalam Pileg 2024
Polres Cianjur Perkuat Keamanan Lingkungan Melalui Satkamling
Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindoan, Nasdem Kadernya Diambil Kami Rumahnya Mau Diambil
KPK Tahan Tersangka Suap dan Gratifikasi Proyek Infrastruktur Papua
Ukir Sejarah, STAI Syamsul 'Ulum Gunungpuyuh Sukabumi Buka Program Studi Ekonomi Syari’ah
Terima Kunjungan Menteri Vanuatu, Wapres RI Sampaikan Komitmen Pembangunan Papua
Hore, Gratis Uji Coba Kereta Cepat Jakarta - Bandung 3 Bulan Pertama