JournalNusantara.com - Konstelasi politik jelang Pilpres dan Pileg 2024 masih beberapa bulan ke depan, namun gaung dan dinamikanya kian memanas dan membahana. Lembaga survei menjadi salahsatu komponen yang menyamarakan hingar-bingar perpolitikan negeri ini, terutama prediksi bakal calon Presiden RI di tahun 2024.
Perihal hasil survei, berikut ini unggahan seorang peneliti Burhan Muhtadi melalui akun twitternya @BurhanMuhtadi. Ia menyatakan dengan tegas dalam unggahannya tersebut bahwa secara statistik, hasil survei di bawah ini tidak bisa disebut beda.
Baca Juga: Gile, Masuk Bintara Polri Diminta 400 Juta, Pedagang Bubur Jual Rumah Hingga Anak Depresi
"Selisih Prabowo dan Ganjar dalam margin of error sehingga tidak bisa dikatakan Prabowo atau Ganjar yg unggul. Tapi selisih keduanya dengan Anies signifikan. Kita harus bantu publik melek statistik, jangan malah mendegradasinya kalau pas hasil surveinya kurang menguntungkan kita. Setia sama data aja." twitnya melalui akun pribadinya.
Baca Juga: SADIS...Suami Tega Bunuh Istri, 3 Anak Balita Peluk Jasad Ibunya dan Terlantar 2 Malam
Menyikapi twitan tersebut, beragam komentarpun membanjiri akun @BurhanMuhtadi, seperti akun @LmaoGPT: "Pusing baca survei kayak gini, mending coba cari tahu di google "cara ngitung margin of error". Kalo ga ngerti juga, yaudah ikut aja arus biar ga dipandang bodoh." cuitnya, lantas akun @bachrum_achmadi: "Ahok keok di Pilgub DKI Jkrt, pdhl sblmnya semua survei jagokan Ahok-Djarot!" tegasnya pula, dilanjut dengan akun @akmeil: "Lembaga survey menghimpun opini publik, bertujuan menggiring opini publik,,,, tetap berusaha dan berdoa, semoga pak anies baswedan terpilih menjadi pemimpin." tulis akun dengan nada tegas.
Baca Juga: Gegara Konten Kejujuran, Tokoh Muda NTT Desak POLRI Proses Hukum Youtuber Richard Theodore
Hal senada dikemukakan juga oleh akun @mariadi63425147: "Bah... Yg urgent itu kita harus bantu publik sadarkan kalau survey itu sesuai pesanan yg bayar utk mlkkn pembohongan publik ats nama metode ilmiah pdhl data tipu2, data rekayasa.. Kesimpulan : tukang survey nipu rkyt atas nama statistik. Politisi nipu atas nama kpntingan rkyt.." jelasnya, akun @opastas: "@BurhanMuhtadi pemilih anis rasanya ga mungkin mau pilih ganjar. Swing voter nya ga dicantumkan ini. Kalau dari data itu saja, ganjar pasti kalah. Tapi kenapa pendukung ganjar menggebu menyerang pendukung anis, Nasdem, Demokrat n PKS. Harusnya Prabowo dong." tulisnya penuh tanya, kemudian akun @MasRahmad121: "Hanya nanya krn sdh di opinikan di publik ... Apakah lembaga survey berbayar ini nanti bisa diaudit dlm segalanya termasuk sumber dananya, metodologi dll..??? Harus mempertanggung jawabkan apa yg sdh disampaikan ke publik.??? Sampai saat ini sy percaya survey dr pendana netral." pungkasnya. ***
Sumber: Twitter
Artikel Terkait
Rayon PMII FEBI Universitas Suryakancana Gelar Rapat Tahunan Anggota Rayon ke-1
RTAR-1, Akbar Herdi Syahbani Pimpin PMII Rayon FEBI Unsur
Cewek-Cewek Ambisius
Cegah Penipuan, Pemerintah Harus Tertibkan Legalitas Pengelola Arisan
Wow...Viral Foto Bugil Mantan Dikirim kepada Orangtuanya, Pria Sakit Hati Diputusin
Videonya Viral, Bullying Hingga Cium Kaki Oleh Sesama Pelajar di Cianjur Jangan Sampai Terulang Lagi
Kaesang Bersiap Nyalon di Pilwalkot Kota Depok, Netizen: Anak Masih Ingusan, Pengalaman Politik Nol !
SADIS...Suami Tega Bunuh Istri, 3 Anak Balita Peluk Jasad Ibunya dan Terlantar 2 Malam
Gegara Konten Kejujuran, Tokoh Muda NTT Desak POLRI Proses Hukum Youtuber Richard Theodore
Gile, Masuk Bintara Polri Diminta 400 Juta, Pedagang Bubur Jual Rumah Hingga Anak Depresi