Berpotensi Rugikan Negara Milyaran, Gema Peta Himbau Jangan Berani Potong Bantuan Dana Gempa Cianjur

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Minggu, 11 Juni 2023 | 11:03 WIB
Tim Reaksi Cepat Bencana DPD Gema Peta Cianjur  (Abdul Qodir Majid)
Tim Reaksi Cepat Bencana DPD Gema Peta Cianjur (Abdul Qodir Majid)

JournalNusantara.com - Pembangunan rekontruksi korban gempa 5,6 Mgt di Kabupaten Cianjur masih terus dipacu. Bencana alam yang terjadi 21 November 2022 silam tersebut telah meluluhlantakan wilayah Cianjur di beberapa kecamatan. Masyarakat tedampak selain kehilangan anggota keluarga juga tempat tinggal dengan jumlah terdampak hampir 75.000 rumah.

Baca Juga: Gelar Pelatihan Usaha, Ikhtiar NU Peduli Kemanusiaan Cianjur bagi Penyintas Gempa

"Saat kejadian saya dan rekan-rekan dari Gema Peta terjun kelapangan untuk memberikan bantuan sembako, membantu korban luka dan membereskan puing reruntuhan. Sedih rasanya melihat saudara kita termasuk anggota keluarga sendiri yang rumahnya ambruk sehingga harus tidur di persawahan, perkebunan bahkan di areal kuburan karena saat itu bantuan belum datang." Ujar Cepi Suryana Ketua DPD Gerakan Muda Pembela Tanah Air (Gema Peta) Kabupaten Cianjur.

Ketua DPD Gema Peta Cianjur Cepi Suryana (Aang Paw) saat menyalurkan sembako kepada korban gempa Cianjur
Ketua DPD Gema Peta Cianjur Cepi Suryana (Aang Paw) saat menyalurkan sembako kepada korban gempa Cianjur (Abdul Qodir Majid)

Baca Juga: Bagaimana Menciptakan Peluang Usaha di Era Digital

"Setelah bantuan turun, kondisi dilapangan mulai membaik karena kebutuhan logistik kesehatan mulai didistribusikan. Banyaknya rumah terdampak dengan kategori rusak ringan, sedang dan berat direspon cepat oleh Presiden Jokowi dengan memberikan bantuan rusak ringan 15 Jt, Rusak Sedang 30 Jt dan rusak berat 60 jt. Uang tersebut tentunya harus dibangunkan tidak bisa dicairkan begitu saja". Tutur Cepi yang akrab dipanggil Aang Paw.

"Permasalahan mulai terjadi ketika proses pencairan bantuan harus melengkapi persyaratan administrasi. Banyak nya warga yang kehilangan dokumen keluarga membuat RT, RW dan Desa harus bersinergi agar proses dipermudah dan dipercepat sesuai intruksi Presiden. Kondisi psikologis menjadikan mereka ingin cepat mendapat bantuan. Hal inilah yang ditakutkan oleh saya, khawatir dengan embel-embel dipercepat ada pemotongan dengan dalih ganti bensin atau koordinasi oleh aparat desa atau RT". Tambah Cepi.

DPD Gema Peta Cianjur
DPD Gema Peta Cianjur (Abdul Qodir Majid)

"Sistem pembangunan rumah terdampak yang dilakukan secara mandiri dengan proses 3 Kali pencairan sepertinya bisa menjadi peluang para oknum dilapangan untuk melakukan transaksional komitmen, karena setiap pengajuan pasti ada tanda tangan aparatur wilayah. Oleh sebab itu saya berharap agar pihak terkait seperti BNPB, DPRD melakukan pengawasan proses tersebut jangan sampai terjadi pemotongan Duit Gempa (Dugem)". 

Baca Juga: Menunggu Sikap Politik PBNU Jelang Pilpres 2024

"Kalau ada yang tega memotong Dugem sama saja menghirup darah saudara sendiri. Jangan jadikan kewenangan menjadi alat pemerasan. Kita hitung sederhana bila bantuan kena potongan 100.000/Rmh x 75.000 rumah = 7.500.000.000. Bayangkan kalau dipotong lebih dari itu bahkan dipotong sampai jutaan. Berapa puluh milyar kerugian negara? Andai saja ada kejadian pemotongan uang gempa saya harap ditindak setegas-tegasnya karena itu termasuk penjahat kemanusiaan" Tutup Cepi dengan geram.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X