Journalnusantara.com, Jakarta - Studi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan, hanya 4% orang tua yang mampu mengajarkan kejujuran pada anak-anaknya.
KPK menyampaikan, hal ini menegaskan bahwa nilai-nilai antikorupsi perlu ditumbuhkan, dikembangkan dan diperkuat kembali dilingkup keluarga agar dapat mewujudkan keluarga berintegritas.
Dilansir dari media KPK, oleh karena itu KPK bersama Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan Bimtek guna mewujudkan Keluarga Berintegritas melalui Penanaman Nilai-Nilai Antikorupsi, di Ruang Pola Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/05/2023).
Bimtek bertajuk Mewujudkan Keluarga Berintegritas melalui Penanaman Nilai-Nilai Antikorupsi ini dihadiri Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana, Gubernur DKI Jakarta Periode 1997-2007 Sutiyoso, Gubernur DKI Jakarta Periode 2007-2012 Fauzi Bowo, Sekda DKI Jakarta Joko Agus Setiyono, pejabat di lingkungan DKI Jakarta, serta peserta Bimtek yang terdiri dari 65 komisaris BUMD, dan 54 direksi yang didampingi pasangannya.
Baca Juga: Selebgram Putri Melania Bicara Pentingnya Pancasila
Wawan menjelaskan, penambahan kasus korupsi ini menjadi indikasi bahwa penindakan saja tidak cukup untuk memberikan efek jera pada pelaku korupsi. Perlu adanya strategi lain untuk melenyapkan modus operandi korupsi yang paling banyak terjadi di sektor pengadaan barang atau jasa ini.
“KPK terus berupaya melakukan pemberantasan korupsi melalui strategi trisula. Selain penindakan, strategi ini juga diperkuat dengan pencegahan dan pendidikan yang bisa dimulai dari lingkup keluarga,” jelas Wawan.
KPK kembali mengingatkan bahwa terdapat 9 nilai antikorupsi JUMAT BERSEPEDA KK yang bisa ditanamkan, yakni meliputi nilai jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras. Kesembilan nilai ini bisa ditanamkan dan diimplementasikan mulai dari rumah.
Baca Juga: Panglima TNI Ikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Monas
KPK berharap, dengan menjalankan ketiga strategi tersebut yaitu penindakan, pendidikan, dan strategi pencegahan secara simultan dan keluarga juga ikut dilibatkan serta berperan aktif dalam pencegahan.
Artikel Terkait
Promedia Teknologi Bersama Kemenkop UKM Bangun Megaportal Bantu UMKM Naik Kelas
Gelar RTK, PK PMII STISNU Cianjur Bicara Pentingnya Regenerasi Kader
Transformasi Trio Sinaran, Peraih Gelar Puteri Indonesia 2023
Dalam Rapimnas Gerakan Pemuda Ka'bah, Sandiaga Uno Beri SInyal Ingin Jadi Cawapres Ganjar Pranowo
Ustadz Adi Hidayat (UAH) di Ganjar Gelar Doctor Honoris Causa Oleh Universitas Muhammadiyah Jakarta
Panglima TNI Ikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Monas
Mahmud MD Merespon Kekhawatiran Kubu Anies Terkait Isu Penjegalan Dalam Pilpres 2024
Tanyakan Dana Stimulan Gempa, Pendopo Cianjur di Demo Hingga Pintu Gerbang Utara Jebol
Selebgram Putri Melania Bicara Pentingnya Pancasila
Parpol Wajib Memberikan Pendidikan Politik Untuk Masyarakat