JournalNusantara.com - Lembaga Pembinaan Masyarakat (Lapas) Cianjur yang menggunakan konsep Pesantren telah menjadikan Lapas tersebut menjadi percontohan di Indonesia. Keberhasilan tersebut tak lepas dari dukungan pemerintah daerah dan tokoh-tokoh ulama Cianjur.
Baca Juga: Keren, Mozha Syafura Jual Fashion Produk Sendiri
Belum lama ini Lapas kelas IIB Cianjur telah menerima kunjungan studi tiru Lapas Kelas IIA Cibinong Bogor.
Kunjungan studi tiru yang dilaksanakan Selasa (30/05/2023) itu bertujuan untuk menggali lebih detail kesuksesan mengenai keberadaan pesantren At-Taubah yang menjadi kunci warga binaan, dimana sering dibekali berbagai ilmu agama yang bisa merubah karakter kearah lebih baik.
Baca Juga: Kemenag RI Buka Pendaftaran Seleksi Program Gelar Basiswa Indonesia Bangkit 2023
Bahkan, saat kunjungan studi tiru itu, Kasi Binadik Lapas Kelas IIA Cibinong, Fahmi Rezatya memuji keberadaan pesantren At-Taubah merupakan percontohan Lapas dan Rutan se- Indonesia.
Usai menerima kunjungan studi tiru, Kepala Lapas Kelas II B Cianjur Tomi Elyus mengatakan, konsep pesantren di dalam Lapas Cianjur merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.
"Memang banyak beberapa melakukan upaya pembinaan keagamaan dan itu dilakukan, namun uniknya di Cianjur pertama yang membuat konsep benar-benar pesantren," kata Tomi.
Baca Juga: Tanggapan Parpol di Kabupaten Cianjur Terkait Pemilu Sistem Proporsional Tertutup
Konsep pesantren di Lapas Cianjur juga didukung dengan beberapa aspek yang tak dimiliki Lapas dan Rutan lainnya.
"Karena dari asatidz atau pengajarnya profesional. Lalu materi dan silabusnya tidak beda dengan pesantren-pesantren di luar," ujarnya.
Sementara itu, Kasi Binadik Lapas Cibinong, Fahmi Rezatya menyebut, studi tiru yang dilakukan lebih kepada cara-cara atau metode yang digunakan Lapas Kelas II B Cianjur untuk membesarkan Pesantren At-Taubah dalam menghasilkan warga binaan yang berkualitas.
Baca Juga: SMK Al-Ittihad Cianjur Gandeng Universitas Negeri Jakarta Gelar 'Vocational Day'
"Lebih memfokuskan apa sih kiat-kiat atau mekanisme silabus-silabus yang ada di pesantren At-Taubah ini, dari mana sih mendatangkan Asatidz yang bagus untuk mengajar kepada warga binaan," kata Fahmi.
Artikel Terkait
Prodi IKOM Telkom University Bekali Mahasiswa Certified Public Speaker
Sukses Gelar CPS, Prodi Ikom Telkom University Motivasi Mahasiswa Melalui Public Speaking Fest
Tokoh-Tokoh Agama Amerika Serukan Perdamaian dan Hentikan Peperangan
Pakar Politik Menilai Pernyataan Denny Indrayana Bisa Merusak Citra Dirinya Sendiri
Dua Mantan Residivis Pelaku Curanmor Berhasil di Amankan Polrest Cianjur
LAZISNU Cianjur Keluarkan Rilis Daftar Harga Hewan Qurban Jelang Idul Adha 1444 H
SMK Al-Ittihad Cianjur Gandeng Universitas Negeri Jakarta Gelar 'Vocational Day'
Tanggapan Parpol di Kabupaten Cianjur Terkait Pemilu Sistem Proporsional Tertutup
Kemenag RI Buka Pendaftaran Seleksi Program Gelar Basiswa Indonesia Bangkit 2023
Keren, Mozha Syafura Jual Fashion Produk Sendiri