Bandung, JournalNusantara.com - Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), UIN Bandung menyelenggarakan Workshop Media Digital dengan tema “Hoaks di Media Digital pada Tahun Politik”. Acara ini diadakan di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Bandung (Kamis, 25 Mei 2023).
Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis Prodi Ilmu Komunikasi UIN Bandung yang ke-25. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan I FDK UIN Bandung, Prof. Dr. Enjang AS, yang menjadi keynote speaker. Masyarakat Anti Fitnah Wilayah Bandung (Mafindo), yang diwakili oleh Hadi Purnama, Ahli media digital Moch. Fakhroji, serta dosen dan ratusan mahasiswa Prodi Ilmu Jurnalistik dan Hubungan Masyarakat juga turut hadir dalam acara ini.
Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya media digital, dalam membedakan antara berita hoaks dan berita faktual di era teknologi yang kerap diwarnai oleh situasi politik.
Baca Juga: Yes...Seleksi CPNS 2023 akan Segera Digelar, Persiapkan Dirimu !
Acara ini dibuka oleh Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Dr. Darajat Wibawa. Dalam Sambutannya, Darajat menyampaikan bahwa hoaks sudah menjadi salah satu kajian dari bidang ilmu komunikasi. "Saat ini, informasi telah mencapai tahap yang tidak dapat dibendung lagi.
Artinya, informasi saat ini telah menjadi produk-produk media yang dapat dihasilkan oleh siapa saja. Oleh karena itu, kita harus mampu menghadapinya. Sangat naif jika kita tidak mengikuti perkembangan isu hoaks ini, karena kita berada dalam era tersebut," ungkapnya.
Wakil Dekan I FDK, Prof. Dr. Enjang AS, juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa kajian Hoax di Media Digital Jelang Tahun Politik adalah isu yang sangat menarik untuk didiskusikan. Melalui workshop ini, peserta diharapkan dapat memahami beberapa masalah terkait dengan hoaks. "Melalui workshop ini, kita akan memahami beberapa masalah terkait dengan hoaks ini. Terutama saat kita memasuki Pileg, Pilkada, dan Pemilu yang akan kita hadapi bersama-sama, baik pada tahun 2023 maupun tahun 2024," ungkapnya.
Baca Juga: Arum Yuni Utari, Aktifis Organisasi Bicara Potensi dan Pengembangan Diri
Prof. Dr. Enjang juga menjelaskan bahwa hoaks menjadi bagian yang akrab dalam kehidupan sehari-hari, bahkan pengguna media juga menjadi konsumen hoaks, karena seringkali tergoda dengan hoaks yang ditemukan melalui perangkat genggam mereka.
"Hoaks telah menjadi sesuatu yang akrab dalam kehidupan kita. Bahkan kita bisa menjadi bagian dari pelaku hoaks tanpa menyadarinya. Baik itu di tingkat akademisi seperti dosen maupun dalam kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh mahasiswa," jelasnya.
Pembicara pertama, Hadi Purnama mengatakan hoaks politik pada pilpres 2024 secara umum mengikuti informasi yang beredar sebagai pohon informasi. Hoaks politik bukan saja mendeligitimasi Pemilu dan merusak kualitas demokrasi, tetapi juga akan lebih mempertajam polarisasi sosial di tengah masyarakat. “Hoaks politik bukan saja mendeligitimasi pemilu dan merusak kualitas demokrasi, tetapi juga akan lebih mempertajam polarisasi sosial ditengah masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga: Menurut Karnaen SH Pelaku Pembunuhan Begal Karena Membela Diri Tidak Bisa DIpidanakan
Sebagai penutup, pakar media digital, sebagai pembicara kedua, Dr. Moch. Fakhruroji juga berpendapat bahwa jelang tahun politik ini sangat banyak berita hoax yang mengesampingkan informasi, dan hanya mengutamakan viralitas. “Menjelang politik, banyak sekali informasi hoax keberpihakan yang mengesampingkan informasi, mengutamakan viralitas.
Artikel Terkait
Kasus KDRT Tahun 2022 Konon Capai 457.895, Ketua MPR RI Himbau Ketegasan Penegak Hukum
Kloter Pertama Jamaah Haji Asal Bandung Mulai DIberangkatkan
Aksi Balap Liar di Gading Serpong Kembali Telan Korban
Pertengkaran Memuncak, Suami Tumpahkan Bubuk Cabe ke Mata Istri Dibalas Remasan Alat Vital oleh Sang Istri
Makam Cikundul, Wisata Religi di Cikalongkulon Cianjur
NU-Muhammadiyah Sepakat Tolak Politik Identitas Jelang Pemilu 2024
Tak Ada Sticker Lunas, Reklame Restoran Mcdonald's Cianjur Diduga Belum Bayar Pajak
Arum Yuni Utari, Aktifis Organisasi Bicara Potensi dan Pengembangan Diri
Mitigasi Kerawanan Pemilu 2024 di Kabupaten Cianjur
Menurut Karnaen SH Pelaku Pembunuhan Begal Karena Membela Diri Tidak Bisa DIpidanakan