Mantap...PW LTN NU Jabar Gelar Bedah Buku Bertema Tarawih 20 Rakaat, Animo Peserta Luar Biasa !

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Senin, 20 Maret 2023 | 16:47 WIB
Kyai Zaenudin, S.H, M.M Ketua PW LTN NU Jawa Barat dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa tujuan bedah buku ini adalah  membangun tradisi gerakan literasi.
Kyai Zaenudin, S.H, M.M Ketua PW LTN NU Jawa Barat dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa tujuan bedah buku ini adalah membangun tradisi gerakan literasi.

Kota Bandung, JournalNusantara.com - Ta'lif Wan Nasyr PW LTN NU Jawa Barat dalam menyambut Ramadhan 1444 H mengadakan acara bedah Buku Tarawih 20 Rakaat secara Zooming. Acara berlangsung, Jum'at ( 17/3) terpusat di Kota Bandung Jawa Barat.

Panitia Bedah Buku, Dr. Mahi M. Hikmat pada kesempatan tersebut mendatangkan dua pakar Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yaitu Prof. Dr. KH. Rosihan Anwar, M.Ag dan Prof. Dr. KH. Ajid Thohir, M.A untuk membedah Buku Tarawih karya Harry Yuniardi, M.Ag.

Kyai Zaenudin, S.H, M.M Ketua PW LTN NU Jawa Barat dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa tujuan bedah buku ini adalah membangun gerakan literasi.
"Gerakan Literasi sudah sejak lama dilakukan secara digital, khususnya oleh seluruh Pengurus LTN NU Jawa Barat, diantara karyanya telah tersebar di Website, Halaman Facebook, YouTube dan Tiktok." Ucap Kyai Zae.

Baca Juga: Keciduk Video Call, Raffi Ahmad Diisukan Selingkuh Dengan Karyawannya Mimi Bayuh

Sambutan berikutnya disampaikan oleh KH Juhadi Muhammad, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Barat. Kyai Juhadi memberikan apresiasi luar biasa atas terselenggaranya kegiatan bedah buku ini. " LTN NU harus bekerjasama dengan Lembaga Bahtsul Masail LBM NU Jawa Barat untuk membukukan hasil Batsul Masail, yang aktual memberikan manfaat tidak hanya bagi warga NU. " Kata Kyai Alumni Pesantren Lirboyo.

Beliau melanjutkan bahwa Khazanah tokoh NU Jawa Barat juga perlu diteliti dan dibukukan, " Pengurus LTN NU Jawa Barat harus aktif berkarya, meneliti dan menulis serta menyebarkan Khazanah pemikiran Tokoh NU, hal itu akan memberikan manfaat tak hanya bagi Jawa barat tapi untuk Indonesia dan Dunia." Tegs Kyai yang juga dikenal sebagai Pengusaha Sukses.

Kegiatan Bedah Buku dimoderatori oleh Dr. H. Ilyas Rifa'i, MA. Beliau mempersilahkan penulis Buku Tarawih untuk menjadi pembicara pertama.

Baca Juga: Nasib Honorer Selanjutnya; Tak Diberhentikan, Tak Ada PHK, Juga Tidak Bebani APBN, Lantas Apa Solusinya?

Harry Yuniardi, M.Ag selalu Penulis buku menjelaskan bahwa masalah tarawih amaliyah sederhana tapi kompleks, " Ya Tarawih merupakan persoalan sederhana yang seharusnya tidak perlu dibahas. Tapi, banyak masyarakat membutuhkan kejelasan tentang dalil tarawih 20 rakaat." Lugas Kyai yang tengah menempuh pendidikan Doktoral.

Pembicara kedua, Prof. Dr. KH. Rosihon Anwar, M.Ag bedah buku merupakan tradisi yang harus diselenggarakan dalam menjawab berbagai persoalan, " Pertama tradisi NU itu tradisi berpikir dan berpendapat jadi banyak hal yang harus disampaikan, kedua saya memberikan apresiasi yang telah menyelenggarakan tradisi bagus ini dan harus dilanjutkan." Tegas Kyai asal Cirebon.

Ketiga Profesor Rosihon memberikan apresiasi terhadap kang Harry selaku penulis. " Kang Harry bukan memunculkan ikhtilafiah tapi Penekanan kang Hary dalam konteks mengajarkan, bahwa dalam menghadapi perbedaan pendapat harus Arif dan bijak tak asal menyalahkan dan membid'ahkan." Kata Kyai Rosihon yang juga dikenal sebagai ahli Qur'an dan Hadis.

Baca Juga: Kemenag RI Resmikan Kantin Halal

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB
X