Mengapa Populasi Muslim Indonesia Mandeg?

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 17 April 2025 | 20:00 WIB
Ilustrasi Umat Muslim mengikuti pengajian di masjid untuk meningkatkan ketaqwaan (Pexels/Mohammed Alim)
Ilustrasi Umat Muslim mengikuti pengajian di masjid untuk meningkatkan ketaqwaan (Pexels/Mohammed Alim)

Oleh: Abdul Arif

Indonesia bukan lagi populasi muslim terbesar di dunia setelah disalip Pakistan.

Mengapa populasi muslim di Indonesia mandeg di tengah perkembangan pesat komunitas muslim di Eropa, China, Jepang, dan Amerika?

Banyak faktor. Butuh penelitian untuk menemukan faktor-faktor penyebab kemandegannya.

Hipotesisku, beberapa faktor ini bisa jadi penyebabnya:

Islam di Indonesia mengalami kemandegan dibanding era 1980–1990-an.

Tokoh-tokoh muslim mengalami kemunduran kualitas ketokohan dibanding dua era di atas.

Ketertarikan generasi milenial dan Gen Z terhadap Islam tak sebesar ketertarikan generasi boomer dan Gen X.

Hype di dunia muslim era 2000-an tak secemerlang hype di dua dekade sebelumnya pascarevolusi Iran 1979.

Label teroris-radikal-fundamental ikut mempengaruhi persepsi publik terhadap wajah Islam secara umum.

Tidak muncul pemikir-pemikir baru muslim dengan pemikiran segar yang mempesona publik.

Era media sosial kurang digunakan secara efektif oleh para pendakwah Islam, sehingga medsos lebih berwajah “sekuler”.

Ormas-ormas Islam terkemuka banyak memperlihatkan perilaku yang tidak populer di mata publik, bahkan bagi umat muslim sendiri dalam relasi kekuasaan dan relasi ekonomi, seperti hubungan yang diwarnai konsesi-konsesi, dengan kevakuman mereka menyuarakan kepentingan publik yang diduga sebagai harganya.

Tapi jika sejarah itu merupakan siklus, Islam berpeluang menemukan peran pentingnya kembali ketika momentum itu datang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X