Ruang pertanian yang diwariskan nenek moyang kepada kita, jangan sampai disalah-gunakan hanya untuk mengejar kepentingan sesaat. Kita harus ingat, ruang pertanian inilah yang akan memberi makan anak cucu di masa depan. Bila banyak oknum yang mengalih-fungsikan lahan sawah untuk mengejar cuan dengan mudah, lalu dari mana generasi mendatang bakal memenuhi kebutuhan bahan pangan pokoknya ?
Sawah dan ladang adalah kekayaan alami yang patut tetap lestari. Jangan sekalipun ada niat dari penentu kebijakan untuk merubahnya menjadi kepentingan non pertanian. Pemerintah dituntut untuk mampu berkiprah yang terbaik guna melestarikan lahan sawah dan ladang. Sebab, jika tidak dilindungi, lambat laun, sawah akan berubah fungsi.
Bila demikian, dari mana bangsa ini akan memperoleh beras ? Kalau jawabannya impor, maka betapa mengenaskannya nasib sebuah negeri agraris, yang telah dua kali memproklamirkan diri Swasembada Beras. Bangsa ini pasti berharap, bukan itu jawabannya. Bangsa ini butuh adanya Sawah Abadi sebagai warisan untuk generasi yang akan datang. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).
Artikel Terkait
Kajian Keperempuanan: KOPRI Rayon Tarbiyah Dorong Pemimpin Perempuan Tangguh
Mutiara Pagi: Penyakit Hati ( Bagian1747)
Adat Pernikahan Bugis - Makassar
Survival Seru! JABAL STAI Al-Azhary Latih Mental Tangguh di Alam Bebas
Mutiara Pagi: Titian Waktu (Bagian 1748)
Kepemimpinan Diri
Alex Pastoor
Swasemda Beras atau Pangan?
Kejahatan Terhadap Perempuan yang Terus Terjadi
Islam and The Fight for Racial Equality