Teh Botol Sosro

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Jumat, 13 Desember 2024 | 05:00 WIB
Kata orang Jepang soal minuman Teh Botol Sosro. (Instagram @tehbotolsosroid)
Kata orang Jepang soal minuman Teh Botol Sosro. (Instagram @tehbotolsosroid)

Journalnusantara.com - Keluarga Sosrodjojo adalah pendiri pabrik minuman Teh Botol Sosro dan juga pemilik Rekso Group yang menaungi PT Sinar Sosro, PT Rekso Nasional Food (pemilik utama franchise restoran McDonald's), perusahaan perkebunan teh PT Gunung Slamat, dan lain sebagainya.

Sosrodjojo adalah generasi pertama keluarga Sosrodjojo yang memiliki empat orang putra, yakni Soetjipto Sosrodjojo (meninggal pada 10 Maret 2010),
Soegiharto Sosrodjojo, Surjanto Sosrodjojo, dan Soemarsono Sosrodjojo (alm). Dua nama pertama saat ini mengelola PT Sinar Sosro bersama istri dan anak-anaknya.

Sosrodjojo (nama asli: Souw Seng Kiam) adalah generasi pertama dari keluarga Sosrodjojo. Tidak banyak informasi mengenai kehidupan Sosrodjojo. Sosrodjojo mulai menggeluti bisnis teh pada 1940 di Slawi, Jawa Tengah, dengan cara menjual teh kering dengan merek Teh Cap Botol.

Awalnya bisnis teh generasi pertama keluarga Sosrodjojo masih bersifat rumahan dengan hanya memiliki tiga karyawan menangani produksi dan enam karyawan lainnya menangani pengepakan.

Teh Cap Botol harus bersaing dengan leader pasar teh saat itu yakni Teh Cap Bayi. Namun, berkat kualitasnya yang baik, hanya dalam waktu setahun, Teh Cap Botol langsung menguasai pasar teh di Slawi, Tegal, Jatibarang, dan Brebes.

Pada 1953, Sosrodjojo mendirikan PT Gunung Slamat dengan hasil produksi antara lain teh hitam, teh hijau, Teh Cap Botol, Teh Celup Sosro, dan Teh Cap Poci.

Generasi kedua keluarga Sosrodjojo diwakili oleh keempat putra Sosrodjojo, yakni Soetjipto Sosrodjojo (nama asli: Souw Hway Ho), Soegiharto Sosrodjojo, Surjanto Sosrodjojo (nama asli: Souw Chi Chuan), dan Soemarsono Sosrodjojo. Pada 1960, Soegiharto Sosrodjojo bersama saudara-saudaranya memutuskan untuk hijrah ke Jakarta untuk mengembangkan bisnis teh sang ayah.

Dibutuhkan waktu 9 tahun bagi Soegiharto, Soejipto dan Surjanto untuk dapat menemukan cara penjualan minuman teh dalam bentuk botol.

Jual Teh Seduh di pasar

Di tahun pertamanya hingga tahun 1965, keluarga Sosrodjojo mencoba untuk memasarkan teh seduh buatan mereka ke pasar-pasar tradisional dengan cara menyeduh langsung di tempat, namun tak laku, karena membutuhkan waktu lama untuk memasaknya.

Ketika itu, Surjanto Sosrodjojo diminta kakak-kakaknya untuk keliling ke pasar-pasar dengan mengendarai mobil dan memutar lagu-lagu melalui pengeras suara guna menarik pengunjung dan membagikan teh secara gratis. Untuk icip-icip.

Setelah itu, mereka pun mengubah strategi penjualan dengan cara memasak teh di rumah terlebih dahulu lalu membawanya ke pasar-pasar dengan menggunakan mobil bak terbuka berbentuk panci-panci besar. Sayangnya, banyak teh dalam panci tumpah sepanjang perjalanan.

Ide Teh Seduh dalam Botol

Baru pada tahun 1969, Soegiharto secara tidak sengaja menemukan ide untuk memasarkan teh seduhan dalam botol bekas kecap atau limun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X