Sunda dan Galuh: Jejak Kerajaan Kembar Penerus Tarumanagara

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 11 Desember 2024 | 11:40 WIB

Namun, perbatasan ini tampaknya lebih sempit dibandingkan deskripsi dalam Bujangga Manik. Hal ini mengindikasikan bahwa wilayah Sunda mengalami penyusutan seiring waktu.

Evolusi Batas Wilayah Sunda-Galuh

Dari berbagai sumber, tampak bahwa batas wilayah Sunda-Galuh dan wilayah Jawa mengalami perubahan seiring zaman:
• Abad ke-7 M: Citarum sebagai batas utama antara Sunda dan Galuh.
• Abad ke-15 M: Cipamali menjadi penanda perbatasan budaya Sunda-Jawa.
• Abad ke-16 M: Cimanuk menjadi perbatasan Sunda-Jawa menurut Tome Pires.

Naskah-naskah kuno ini tak hanya menggambarkan pembagian wilayah, tetapi juga memperlihatkan bagaimana peradaban Sunda dan Jawa saling berbatasan dan berinteraksi.

Sejarah batas ini bukan sekadar cerita geografis, tetapi juga refleksi dari dinamika budaya, politik, dan agama di masa lalu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB
X