Jika banyak yang heran, maka memang demikian PDIP yang diketahui. Adalah satu-satunya partai yang berani mengusung kadernya sendiri dan meskipun kader atau kandidat tersebut belum populer atau bahkan minoritas. Dulu berani mengusung Jokowi di DKI Jakarta (2012) yang berhadapan dengan sosok Foke, petahana dan didukung banyak partai. Berani mengusung Ahok yang minoritas di Jakarta.
Soal kalah menang menjadi nomer dua. Jauh yang terpenting adalah menegakkan prinsip ideologi partai, serta memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Sementara partai lainnya lebih memilih pragmatis dan oportunis, yang penting menang, dan dapat bagian darinya. Banyak partai lain hanya mendompleng partai besar dan PDIP adalah partai besar. Posisinya bukan di belakang (pengikut) melainkan di depan (leader), dan pastinya belum saatnya game over.
Artikel Terkait
Cut Nyak Dien, Ratu Perang Aceh Melawan Penjajah
Mutiara Pagi: Aturan Tidak Tertulis (Bagian 1694)
Cianjur Independent Society (CIS) : Pilkada Telah Usai, Mari Songsong Kabupaten Cianjur yang Lebih Baik
Harmoni Kalbu dan Akal
Pangkalan TNI AU Iswahjudi
Titip Salam dan Cara Menjawabnya
Mutiara Pagi: Quotes Tokoh Dunia (Bagian 1695)
Simulasi ASAS SMPN 3 Cibeber: Lebih Semangat dengan Gedung Baru
Pujian Itu Ujian, Larangan Memuji Berlebihan
Adakah Dosa Jariyah