Cut Nyak Dien, Ratu Perang Aceh Melawan Penjajah

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 27 November 2024 | 18:56 WIB

 

Journalnusantara.com - Cut Gambang berhasil lolos. Namun Cut Nyak Dien, yang tidak mampu lagi melawan ataupun melarikan diri, tetap menolak untuk menyerahkan diri secara baik-baik.

Pang Laot Ali turun tangan untuk mendekati Cut Nyak Dien. Sebelum bisa mendekat, ia terkena murka dari sosok yang dihormatinya itu

"Kamu pengkhianat busuk! Lebih baik kau kasihani aku dengan menikamku mati," ucap Cut Nyak Dien. Meski tidak rela menyerah, Cut Nyak Dien yang tidak berkutik lagi akhirnya dibawa Belanda ke Banda Aceh.

Cut Nyak Dien akhirnya diasingkan hingga akhir hayatnya ke Sumedang, Jawa Barat, karena Belanda takut keberadaannya di Banda Aceh akan membangkitkan perlawanan dari rakyat yang masih setia kepadanya.

Sebagai prajurit yang setia menemani Cut Nyak Dien dalam perjuangannya, Pang Laot Ali tahu betul tidak banyak yang bisa dilakukan di dalam hutan untuk menangani kesehatan pemimpinnya.

Awalnya, Pang Laot Ali menyarakan Cut Nyak Dien mau bekerja sama dengan Belanda agar mendapatkan perawatan yang lebih baik.

Cut Nyak Dien tegas menolak usulan Pang Laot Ali dan mengatakan bahwa tidak mungkin ia menyerah kepada Belanda.

Cut Nyak Dien ingin berjuang hingga titik darah penghabisan untuk mengusir Belanda demi agama dan bangsanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X