Munajat Pilkada, bukan hanya pendekatan spiritual
Tetapi simbol, persaudaraan dan harmoni sosial
Agar setelah rangkaian proses Pilkada selesai
Semuanya, tetap rukun dan hidup dengan damai
Kemenangan semata-mata Keagungan Tuhan
Kekalahan menunjukkan besarnya Kuasa Tuhan
Bahwa sebaik apa pun rencana manusia
Hanya Tuhan yang berhak menentukannya
Kecewa pasti ada, bagi mereka yang kalah
Namun tidak perlu mencari-cari masalah
Sebab dalam setiap kontestasi Pilkada
Menang dan kalah adalah hal yang biasa
Merberhalakan sejumlah kekecewaan
Dapat merusak hati dan pikiran
Bisa berujung hidup terasa pahit
Menimbulkan beraneka ragam penyakit
Gembira wajar-wajar saja
Bagi mereka yang memenangkan Pilkada
Namun tidak perlu membusungkan dada
Kemenangan bukan akhir dari segalanya
Masih ada janji yang wajib ditunaikannya
Janji-janji yang diucapkan
Selama masa kampanye berjalan
Bukan hanya sekadar kata-kata
Tapi harga, orang yang mengucapkannya
Akan bernilai mahal
Jika janji-janji tak batal
Tak lebih berharga dari barang rombengan
Jika di kemudian hari tidak dilaksanakan
Malang, 27 November 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Untuk Guruku (Refleksi Hari Guru Nasional, 25 November 2024)
Faktor yang Dapat Mewujudkan Keikhlasan
Kepala Perhutani KPH Cianjur Tidak Hadiri Audiensi, APDA Jabar: Mengecewakan!
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Refleksi Perjuangan Guru
Mutiara Pagi: Di Bawah Langit Wilis (Bagian 1692)
Harmoni Keimanan dan Kasih Sayang
Survei Litbang Unisla: Popularitas di Media Sosial Bukan Jaminan Suara di Pilkada 2024
Aku Diantara Alam Makrokosmos: Sebuah Pendekatan Tasawuf dan Sains
SPN dan SPM Sambangi Pendopo Cianjur, Membahas Apa?
Pilkada 2024, Kapolda Jabar Cek Kesiapan Pasukan