Sumpah itu memanggilmu, kawan
Sumpah Pemuda namanya
Senafas dengan alunan zaman
Bukan hanya janji, bukan sekadar kata
Mengajak kita berseru
Untuk mengukir harapan baru.
Satu nusa, satu bangsa
Satu bahasa, mencintai Indonesia
Walau raga tak menyatu
Dengan kata, kita bisa bertemu
Antara jeda dan tanda baca
Yang berbisik tanpa suara:
Kita akan bahagia,
bukan karena sempurna,
tapi karena tak pernah menyerah,
memeluk impian di dada,
merawatnya dengan cinta
Sumpah itu memanggil kita, kawan
Untuk memeras keringat dan air mata
Dengan nyala api yang menghangatkan
Api Sumpah Pemuda namanya
Di bawah langit yang menyimpan rahasia
Di atas bumi yang penuh dengan cerita
Sumpah itu mengingatkan kita:
Demi nusa, demi bangsa,
Demi tanah air kita tercinta
Untuk sama-sama berjanji
Agar tidak mengotori
Ibu Pertiwi yang kita cintai
Walau zaman terus berganti
Sumpah itu harus tetap abadi
Di setiap jantung pemuda yang membara
Di setiap nurani orang tua kita tercinta
Malang, 28 Oktober 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Silaturahmi Wilayah BEM PTNU Jabar: Membentuk Satu Visi dan Misi dalam Mengejawantahkan Jabar Juara
Mutiara Pagi: Paradoks (Bagian 1650)
Demi Perdamaian, Israel dan Hamas Perlu Diaudit?
Bukit Asam Sinergi dengan KAI dan Semen Baturaja Guna Meningkatkan Kapasitas Bongkar Batu Bara Area Kertapati
Akbar Yanuar
Balaghah dan Hubungannya dengan Ilmu Stilistika
Dihadiri PAC Karangtengah, Kajian Perdana PR GP Ansor Desa Sabandar Berlangsung Khidmat dan Lancar
Santri Itu Penghulu Perubahan
Permintaan Penumpang Naik, Kereta Cepat Tambah Perjalanan
Mutiara Pagi: Bangunlah Jembatan (Bagian 1651)