Journalnusantara.com, Bandung - Kereta Cepat Whoosh, andalan PT KCIC, telah meningkatkan jumlah perjalanan harian hingga 48 kali sehari, dengan rencana peningkatan menjadi 62 perjalanan setiap harinya.
"Langkah ini diambil untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang yang terus melonjak," kata Dwiyana Slamet Riyadi, Direktur Utama PT KCIC dalan keterangan tertulis yang diterima Journalnusantara.com, Rabu (23/10/2024).
Ia menyatakan bahwa salah satu strategi yang diterapkan adalah meningkatkan frekuensi keberangkatan menjadi setiap 30 menit. Selain itu, Stasiun Karawang juga akan mulai melayani penumpang, sehingga memperluas aksesibilitas bagi masyarakat di sekitar wilayah tersebut.
"Sejak diluncurkan, jumlah penumpang kereta cepat Whoosh terus bertambah, dari awalnya sekitar 14 ribu hingga mencapai 24 ribu penumpang per hari," ujarnya
Dikatakan Dwiyana, tingkat okupansi kereta cepat ini juga terjaga dengan baik, berkisar antara 70% hingga 100%, tergantung pada musim dan waktu tertentu. Peningkatan jumlah perjalanan dan penambahan stasiun ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna transportasi di rute Jakarta-Bandung, yang merupakan salah satu rute tersibuk di Indonesia.
"Rencana ini juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan mendorong lebih banyak orang untuk menggunakan transportasi umum yang cepat dan efisien. Dengan demikian, Kereta Cepat Whoosh dapat menjadi solusi transportasi modern yang tidak hanya cepat, tetapi juga nyaman dan aman bagi para penumpang," tukasnya.
Artikel Terkait
Kenyamanan Pengguna, LRT Jabodebek Gunakan Crowd Detection System Inovasi Canggih
Pemprov Jabar Gandeng Perguruan Tinggi Tangani Masalah Sampah
Pasca Mubes Nasional, Himat Komitmen Membangun Peradaban Positif Mahasiswa Cianjur
Silaturahmi Wilayah BEM PTNU Jabar: Membentuk Satu Visi dan Misi dalam Mengejawantahkan Jabar Juara
Mutiara Pagi: Paradoks (Bagian 1650)
Demi Perdamaian, Israel dan Hamas Perlu Diaudit?
Bukit Asam Sinergi dengan KAI dan Semen Baturaja Guna Meningkatkan Kapasitas Bongkar Batu Bara Area Kertapati
Balaghah dan Hubungannya dengan Ilmu Stilistika
Dihadiri PAC Karangtengah, Kajian Perdana PR GP Ansor Desa Sabandar Berlangsung Khidmat dan Lancar
Santri Itu Penghulu Perubahan