Di samping itu, Putu berharap gagasan besar Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan harus juga digaungkan semangatnya menjadi internasionalisme atau multilateralisme. Bahkan, ia mendorong gagasan besar ini yang sifatnya sangat universal harus sampai di forum tingkat tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tentu saja, kata dia, hal ini diperlukan diplomasi untuk perjuangkan Ki Hajar Dewantara gagasannya dihargai dunia.
“Mereka harus tahu ada sosok Ki Hajar Dewantara yang seharusnya mendapatkan nobel, ini tanggungjawab kita. Kita belum pernah mendapatkan penghargaan nobel itu, bangsa lain banyak. Tapi sosok yang harus diperjuangkan agar mendapatkan nobel dunia dari Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara,” jelas Putu.
Menurut dia, peluang Ki Hajar Dewantara untuk bisa mendapatkan nobel tersebut sangat besar. Hanya saja, kata dia, bagaimana pemerintah atau negara yang memperjuangkannya melalui jalur diplomasi.
“Saya lihat kriteria beliau untuk dapat nobel sangat besar. Tapi kemampuan kita, mungkin negara atau pemerintah belum sampai di situ. Jadi mungkin harus kita bantu. Kita punya mimpi ada sosok bangsa mendapatkan nobel prize, hal ini untuk duduk dan sejajar dengan bangsa lain. Jadi harus kita pastikan untuk diperjuangkan, Ki Hajar Dewantara berhak untuk mendapatkan nobel di tingkat dunia,” kata Putu. ***
Sumber : JawaPos.com
Artikel Terkait
Harga Beras Mahal, Siapa Paling Diuntungkan?
Shalat Isyraq, Awal Shalat Dhuha
Soal Distribusi Pupuk Bersubsidi !
Mutiara Pagi: Ada Terang Esok Hari (Bagian 1630)
Derita Petani Ketika Harga Beras Mahal
Perang Israhell-Iran dan Masa Depan Timur Tengah dan Dunia Islam
Laksanakan Misi, Flight Pesawat Tempur F 16 Berangkat dari Lanud Roesmin Nurjadin ke Jakarta
Dunia Arab dan Cerita Tiga Sapi Jantan
Mutiara Pagi: Bicara Boleh (Bagian 1631)
Netralitas ASN Hanya Sebuah Mitos di Era Kampanye