Manajemen kader juga mengatur persoalan the right man on the right place, tiap orang pada porsinya masing-masing. Tentu saja dihindari perasaan like or dislike.
Jangan sampai kader yang sudah dilatih dengan keringat justru dipinggirkan dan mereka yang bukan kader dan tak terlatih justru ditempatkan pada lingkaran kepemimpinan.
Saatnya kita mengelola Jam'iyyah dengan akhlakul karimah, tidak ugal-ugalan. Tapi kalo tidak begitupun ya gapapa yang waras ngalah.
Artikel Terkait
Surat Mahfud MD kepada Rhoma Irama
Terowongan Wilhelmina di Pangandaran, Terpanjang di Indonesia yang Dibangun Belanda
Untuk Mencapai Keluhuran Tingkat di Sisi Allah
Keluar dari Group WA Toxic
Potret Keakraban TNI dan Warga Keerom Papua dari Masak hingga Makan Bersama
Adab Berbeda Pendapat
Yayasan Perempuan Penggerak Cianjur Resmi Dilantik
Keutamaan Kalimat Tauhid
Prabowo Diberi Cenderamata Bola oleh Presiden FIFA Bertuliskan Namanya
Kawan Aksi, Yuk Hadir dalam Agenda Roadshow Bus KPK yang Bakal Mampir ke Kota Bandung