Journalnusantara.com - Lama tak terdengar kabarnya, Purwarupa Kereta Cepat Merah Putih dikirim ke pabrik INKA Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.
Pengiriman Purwarupa Kereta Cepat ini dilakukan melalui jalur darat menggunakan truk dari pabrik INKA Madiun ke pabrik INKA Banyuwangi.
"Sebanyak 2 truk trailer digunakan untuk mengangkut purwarupa ini," dalam keterangan yang diterima media online nasional Journalnusantara jaringan Promediateknologi, Rabu (26/06/2024).
Disampaikannya, 1 truk digunakan untuk mengangkut bodi Purwarupa Kereta Cepat Merah Putih dan 1 unit truk lainnya digunakan untuk mengangkut komponen dan bogie kereta.
"Truk pengangkut mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian. Rombongan truk ini melewati Tol Trans Jawa yang kemudian dilanjut lewat Jalan Raya Pantura Situbondo," terangnya.
Menurutnya, Kereta Cepat Merah Putih atau sebelumnya Kereta Cepat Indonesia merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh LPDP, ITS, BPPT, INKA, dan sejumlah stakeholder lainnya.
"Kereta cepat ini dirancang dapat melaju hingga kecepatan 280 km/jam hingga 300 km/jam dengan kecepatan operasional 250 km/jam," timpalnya.
Pihaknya menambahkan, meski sebelumnya direncanakan hybrid, namun dalam perjalanannya kereta cepat ini akan sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.
"Rencananya rangkaian Kereta Cepat Merah Putih akan dioperasikan di Jalur Kereta Cepat Jakarta-Surabaya via Pantura," tandasnya.
Artikel Terkait
Didik Anak Menjadi Mandiri dan Beradab, Tidak Sekadar Pintar
Peranan Kepala Sekolah sebagai Supervisor Akademik Terhadap Mutu Pendidikan
Hajj and The Fight Against Racism
Fitnah terhadap Khalifah Utsman bin Affan
Siapakah Ibnu Hajar Al Asqalani, Penulis Bulughul Maram yang Terkenal Itu?
Eks Mentan SYL Ngaku Beri Rp 1,3 Miliar untuk Eks Ketua KPK Firli, Pengacara: Itu Bohong!
Kasus Dugaan Korupsi APD Kemenkes, KPK Cegah Dokter Hingga Pihak Swasta Ke luar Negeri
Semarak Pilkada Jakarta 2024, Anies Baswedan - Sohibul Iman Resmi Diusung PKS
92 Persen Pekerja di Indonesia Manfaatkan AI dalam Bekerja, di Tingkat Global 72 Persen
6 Tahun Jalan Rusak Parah, Warga Sabandar Permai Tuntut Perhatian Pemerintah Desa