Dahsyat...Dakwah Santri Melalui Shalawat Nariyah di Aula Anwar Musaddad UIN SGD Bandung

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Senin, 23 Oktober 2023 | 15:29 WIB
Gambar: Santri Dekanat FDK UIN SGD Bandung tengah berfose pada peringatan hari santri nasional tahun 2023. Bersamaan engan pembacaaan serempak shalawat Nariyah yang diagendakan oleh Kementerian Agama RI pada jam 19.30 WIB tanggal 21 Oktober 2023.
Gambar: Santri Dekanat FDK UIN SGD Bandung tengah berfose pada peringatan hari santri nasional tahun 2023. Bersamaan engan pembacaaan serempak shalawat Nariyah yang diagendakan oleh Kementerian Agama RI pada jam 19.30 WIB tanggal 21 Oktober 2023.

JournalNusantara.com - Menurut KH. Dr. Mukhlis Aliyudin, M.Ag, pimpinan Ponpes Modern Al Aqsho sekaligus Wakil Dekan II FDK UIN SGD Bandung bahwa pembacaan shalawat nariyah dalam memperingati hari santri nasional tahun 2023 merupakan implementasi dari dakwah santri.

Hakikatnya pembacaaan serempak shalawat Nariyah yang diagendakan oleh Kementerian Agama RI pada jam 19.30 WIB tanggal 21 Oktober 2023, menurut Prof. Dr. H. Enjang AS, M.Si, M.Ag sebagai Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung merupakan pesan dakwah santri untuk memohon keselamatan, dicurahkan hujan, kesejahteraan dan kedamaian bagi bangsa Indonesia. Bahkan secara tidak langsung mengajak umat untuk menjauhkan diri dari perilaku-perilaku yang bisa mendatangkan bala dan malapetaka bagi bangsa Indonesia.

Dalam hal ini, Dr. H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag, Wadek 1 FDK UIN SGD Bandung saat menghadiri acara peringatan HSN 2023 di Aula Anwar Musaddad telah menyebutkan bahwa pembacaan shalawat Nariyah merupakan bentuk doa yang dikumandangkan oleh para santri sebagai penghormatan dalam memuliakan Nabi Muhammad SAW dan juga merupakan permohonan agar dicurahkannya rahmat, berkah dan pertolongan Allah SWT kepada bangsa Indonesia.

Hal ini sesuai dengan substansi dari teks shalawat nariyah menurut Wadek 3 FDK, Dr. Asep Sodikin, M.Ag sebagai doa dan wasilah memohon syafaat baginda Rasululloh untuk keselamatan dan keberkahan bangsa.

Inilah model dakwah santri melalui pembacaan shalawat nariyah yang dilakukan secara kontinum dan bersifat regeneratif dari masa ke masa. Dan substansinya merupakan spirit dari "jihad santri jayakan negeri". Sepakat dengan Prof. KH. Dr. Rosihon Anwar, M.Ag, Rektor UIN SGD Bandung dalam sambutan acara HSN di aula Anwar Musaddad bahwa hari santri bisa jadi berhenti pada tanggal 22 Oktober, tetapi jiwa santri harus tetap lestari sepanjang masa untuk selalu berjihad dalam menciptakan, memelihara dan menjaga kejayaan negeri. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X