Bagi Sefia, menjadi relawan bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan proses belajar timbal balik. Ia merasa mendapatkan banyak pelajaran dari interaksi langsung dengan masyarakat.
Rasa ingin tahu anak-anak serta tantangan yang mereka hadapi menjadi pengingat bahwa masih banyak pihak yang membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam hal literasi kesehatan.
"Saya percaya bahwa anak-anak yang sehat akan lebih mudah belajar dan berkembang, sehingga kedua hal ini tidak dapat dipisahkan," ungkapnya.
Semangat Sefia untuk terus mengabdi tidak lepas dari prinsip hidupnya untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.
Baginya, jika seseorang memiliki kesempatan untuk belajar lebih banyak, maka sudah seharusnya ia membantu mereka yang belum memiliki kesempatan yang sama.
Tindakan nyata yang ia lakukan menunjukkan bahwa nasionalisme dapat diwujudkan melalui kepedulian sederhana yang berdampak nyata bagi kualitas generasi muda bangsa.
Perjalanan Sefia mungkin masih panjang, namun langkah-langkah kecil yang ia lakukan secara konsisten menjadi bukti bahwa kepedulian dapat melampaui batas negara.
Dari ruang belajar sederhana hingga kegiatan sosial lintas negara, semangat untuk menebarkan manfaat terus ia bawa dalam setiap langkah pengabdiannya.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Nyanyian “My Lai” (Bagian 2150)
Semangat 'Satekah Polah Ngabela Anu Susah' Komunitas Bagong Mogok Memuliakan Anak Yatim di Bulan Ramadan
Kemeriahan Parade Fashion Show Muslim Raya Sambut Idulfitri di Citimall Sampit
Ramadan Cinta 2026, Upaya Mojang Jajaka Cianjur Berbagi Kebahagiaan
Bupati Cianjur Ajak Masyarakat 'Ubah Takdir' Anak Yatim melalui Program Anak Asuh
Mutiara Pagi: Tiga Jenis Puasa (Bagian 2151)
Tinjauan Fikih Petasan: Perspektif KH. Sahal Mahfudh tentang Tradisi, Bahaya, dan Syariat
Waspada Modus Bantuan Yayasan Berujung Penipuan Perhiasan Emas di Bojongpicung Cianjur
Habibi dan Isninda Melaju ke Babak Top 4 AKSI 2026
The Beauty of Giving, Aksi Kemanusiaan Mojang Jajaka Karawang di Bulan Suci Ramadan