JOURNALNUSANTARA.COM, PURWOKERTO - Di usia yang masih muda, tidak banyak orang yang memilih menghabiskan waktunya untuk mengabdi kepada masyarakat hingga lintas negara.
Namun, bagi Sefia Nur Laeli (21), langkah tersebut justru menjadi bagian krusial dalam perjalanan hidupnya.
Aktivis kesehatan yang kini menempuh studi di Universitas Jenderal Soedirman ini telah memulai misi kemanusiaannya sejak lulus sekolah menengah atas.
Langkah awal Sefia tergolong sederhana. Ia terlibat dalam kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggalnya yang berfokus pada edukasi kesehatan dan penguatan karakter anak-anak.
Dari titik itulah, semangat berkontribusinya kian tumbuh. Ia mulai menyadari bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan dua pilar fundamental yang sangat menentukan masa depan generasi muda.
Sefia menuturkan bahwa kepeduliannya muncul dari keinginan tulus untuk melihat anak-anak bahagia.
Dirinya merasa bahwa kontribusi sekecil apa pun dalam bidang pendidikan dan kesehatan sudah sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.
Perjalanan kerelawanannya kemudian berkembang lebih luas. Ia tidak hanya aktif di dalam negeri, tetapi juga berkesempatan melakukan kegiatan pengabdian di beberapa negara tetangga.
Fokus utamanya tetap konsisten, yaitu memperkuat pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak yang tinggal di luar negeri dengan segala keterbatasannya.
Dalam berbagai kegiatan tersebut, Sefia berperan aktif sebagai pembicara, melakukan sosialisasi kesehatan, pemeriksaan fisik dasar, serta penguatan literasi kesehatan.
Dia juga terlibat dalam pengembangan karakter dan pemberian motivasi belajar bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses pendidikan.
Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah saat melakukan kegiatan bersama anak-anak Indonesia yang tinggal di Malaysia.
Di sana, ia melihat semangat belajar yang luar biasa dari anak-anak yang tetap ingin mempertahankan identitas dan pengetahuan mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
"Melihat antusiasme mereka terhadap hal-hal sederhana membuat saya semakin yakin bahwa pendidikan adalah aset yang sangat berharga," ujarnya.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Nyanyian “My Lai” (Bagian 2150)
Semangat 'Satekah Polah Ngabela Anu Susah' Komunitas Bagong Mogok Memuliakan Anak Yatim di Bulan Ramadan
Kemeriahan Parade Fashion Show Muslim Raya Sambut Idulfitri di Citimall Sampit
Ramadan Cinta 2026, Upaya Mojang Jajaka Cianjur Berbagi Kebahagiaan
Bupati Cianjur Ajak Masyarakat 'Ubah Takdir' Anak Yatim melalui Program Anak Asuh
Mutiara Pagi: Tiga Jenis Puasa (Bagian 2151)
Tinjauan Fikih Petasan: Perspektif KH. Sahal Mahfudh tentang Tradisi, Bahaya, dan Syariat
Waspada Modus Bantuan Yayasan Berujung Penipuan Perhiasan Emas di Bojongpicung Cianjur
Habibi dan Isninda Melaju ke Babak Top 4 AKSI 2026
The Beauty of Giving, Aksi Kemanusiaan Mojang Jajaka Karawang di Bulan Suci Ramadan