Menebarkan Kepedulian: Jejak Relawan Muda untuk Pendidikan dan Kesehatan Anak Indonesia

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Selasa, 17 Maret 2026 | 18:02 WIB
Mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman, Sefia Nur Laeli. (FOTO: Istimewa)
Mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman, Sefia Nur Laeli. (FOTO: Istimewa)

JOURNALNUSANTARA.COM, PURWOKERTO - Di usia yang masih muda, tidak banyak orang yang memilih menghabiskan waktunya untuk mengabdi kepada masyarakat hingga lintas negara.

Namun, bagi Sefia Nur Laeli (21), langkah tersebut justru menjadi bagian krusial dalam perjalanan hidupnya.

Aktivis kesehatan yang kini menempuh studi di Universitas Jenderal Soedirman ini telah memulai misi kemanusiaannya sejak lulus sekolah menengah atas.

Langkah awal Sefia tergolong sederhana. Ia terlibat dalam kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggalnya yang berfokus pada edukasi kesehatan dan penguatan karakter anak-anak.

Dari titik itulah, semangat berkontribusinya kian tumbuh. Ia mulai menyadari bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan dua pilar fundamental yang sangat menentukan masa depan generasi muda.

Sefia menuturkan bahwa kepeduliannya muncul dari keinginan tulus untuk melihat anak-anak bahagia.

Dirinya merasa bahwa kontribusi sekecil apa pun dalam bidang pendidikan dan kesehatan sudah sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.

Perjalanan kerelawanannya kemudian berkembang lebih luas. Ia tidak hanya aktif di dalam negeri, tetapi juga berkesempatan melakukan kegiatan pengabdian di beberapa negara tetangga.

Fokus utamanya tetap konsisten, yaitu memperkuat pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak yang tinggal di luar negeri dengan segala keterbatasannya.

Dalam berbagai kegiatan tersebut, Sefia berperan aktif sebagai pembicara, melakukan sosialisasi kesehatan, pemeriksaan fisik dasar, serta penguatan literasi kesehatan.

Dia juga terlibat dalam pengembangan karakter dan pemberian motivasi belajar bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses pendidikan.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah saat melakukan kegiatan bersama anak-anak Indonesia yang tinggal di Malaysia.

Di sana, ia melihat semangat belajar yang luar biasa dari anak-anak yang tetap ingin mempertahankan identitas dan pengetahuan mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

"Melihat antusiasme mereka terhadap hal-hal sederhana membuat saya semakin yakin bahwa pendidikan adalah aset yang sangat berharga," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB

Mutiara Pagi: Prasangka (Bagian 2256)

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:37 WIB
X